Kompas.com - 18/07/2021, 13:30 WIB

Ada juga penyebab yang mungkin awalnya tidak jelas.

Ini termasuk

  • Hemotoraks adalah akumulasi darah di ruang pleura, biasanya akibat cedera
  • Herpes zoster (herpes zoster) adalah reaktivasi virus cacar air yang dapat menyebabkan nyeri pleuritik jika terjadi pada salah satu dermatom (kelompok saraf) dada. Herpes zoster paling sering terjadi pada orang tua, dengan risiko meningkat pada lansia. Sementara herpes zoster biasanya dikaitkan dengan ruam, rasa sakit sering mendahului ruam beberapa hari, membuat diagnosis awal menjadi sulit
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD) dapat menyebabkan refluks asam lambung yang parah dan memicu gejala, sering kali di tengah malam yang disalahartikan sebagai serangan jantung. Nyeri saat bernafas terkadang dialami. GERD juga dapat menyebabkan batuk kronis dan gejala lain yang mudah dikaitkan dengan paru-paru

Diagnosis dan cara mengobati nyeri dada saat bernapas

Tergantung pada gejala Anda, ada sejumlah tes berbeda yang mungkin akan direkomendasikan oleh dokter untuk mencari tahu penyebab nyeri dada saat bernapas pada diri Anda.

Ini termasuk:

  • Rontgen dada
  • Computed tomography (CT) scan
  • Magnetic resonance imaging (MRI)
  • CT angiografi untuk memeriksa kelainan jantung
  • Elektrokardiogram (EKG) untuk memeriksa kelainan irama jantung
  • Ekokardiogram, yakni adalah tes ultrasound (USG) jantung
  • Thoracentesis untuk mengekstrak cairan dari rongga pleura dengan jarum dan spuit.
  • Bronkoskopi, di mana dalam tes ini, tabung fleksibel dimasukkan melalui mulut dan dimasukkan ke dalam saluran udara besar paru-paru (bronkus)
  • Thoracoscopy untuk secara langsung memvisualisasikan paru-paru (biasanya untuk mendiagnosis kanker paru-paru)
  • Biopsi jaringan paru-paru dengan mengambil sampel jaringan dan diperiksa oleh ahli patologi
  • Oksimetri untuk mengukur tingkat oksigen darah
  • Tes darah termasuk tingkat sedimentasi eritrosit (ESR) dan protein C-reaktif (CRP) yang keduanya mendeteksi peradangan umum
  • Tes fungsi paru untuk mengukur kapasitas dan kinerja paru-paru
  • Tes D-dimer untuk mendeteksi pembekuan darah (emboli paru)

Pilihan perawatan untuk pernapasan yang menyakitkan akan tergantung pada penyebab spesifiknya.

Hasil pengobatan tergantung pada tingkat keparahan penyakit yang mendasarinya. Seperti halnya penyakit apa pun, diagnosis dini biasanya dikaitkan dengan keberhasilan pengobatan yang lebih besar.

Baca juga: Beda Refluks Asam Lambung, Heartburn, dan GERD

Gejala serangan jantung saat tidur, seperti nyeri dada dan muncul keringat dingin penting dikenali untuk dapat dikonsultasikan segera dengan dokter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.