Kompas.com - 18/07/2021, 19:31 WIB

Mimpi terjadi pada saat ini.

Dalam sleep paralysis, transisi tubuh ke atau dari tidur REM tidak sinkron dengan otak.

Kesadaran orang tersebut terjaga, tetapi tubuh mereka tetap dalam keadaan tidur yang lumpuh.

Area otak yang mendeteksi ancaman berada dalam kondisi tinggi dan terlalu sensitif.

Faktor-faktor yang telah dikaitkan dengan sleep paralysis antara lain:

  • narkolepsi
  • pola tidur tidak teratur, misalnya karena jet lag atau kerja shift
  • tidur telentang
  • riwayat keluarga

Sleep paralysis dapat menjadi gejala masalah medis, seperti depresi klinis, migrain, apnea tidur obstruktif, hipertensi, dan gangguan kecemasan.

Gejala

Tanda dan gejala dari sleep paralysis antara lain:

  • ketidakmampuan untuk menggerakkan tubuh saat tertidur atau saat bangun, berlangsung selama beberapa detik atau beberapa menit
  • secara sadar terjaga
  • tidak dapat berbicara selama episode
  • mengalami halusinasi dan sensasi yang menimbulkan rasa takut
  • merasakan tekanan di dada
  • mengalami kesulitan bernapas
  • merasa seolah-olah kematian sudah dekat
  • berkeringat
  • mengalami sakit kepala, nyeri otot, dan paranoia

Suara, sensasi, dan rangsangan lain yang tidak mengancam setiap hari yang biasanya diabaikan oleh otak menjadi signifikan secara tidak proporsional.

Penanganan

Tidak ada pengobatan khusus untuk sleep paralysis, tetapi manajemen stres, menjaga jadwal tidur yang teratur, dan mengamati kebiasaan tidur yang baik dapat mengurangi kemungkinan tersebut.

Strategi untuk meningkatkan kebersihan tidur meliputi:

  • menjaga waktu tidur dan waktu bangun tetap konsisten, bahkan pada hari libur dan akhir pekan
  • memastikan lingkungan tidur yang nyaman dengan tempat tidur dan pakaian tidur yang sesuai dan kamar tidur yang bersih, gelap, dan sejuk
  • mengurangi paparan cahaya di malam hari
  • mendapatkan paparan siang hari yang baik selama jam bangun
  • tidak bekerja atau belajar di kamar tidur
  • menghindari tidur siang setelah pukul 15:00
  • tidak makan malam yang berat, atau makan dalam waktu 2 jam sebelum tidur
  • tidak tidur dengan lampu atau televisi menyala
  • berpantang dari alkohol malam atau produk kafein
  • berolahraga setiap hari, tetapi tidak dalam waktu 2 jam sebelum tidur
  • termasuk aktivitas menenangkan dalam ritual sebelum tidur, seperti membaca atau mendengarkan musik yang menenangkan
  • meninggalkan ponsel dan perangkat lain di luar kamar tidur
  • mengesampingkan elektronik setidaknya 1 jam sebelum tidur

Cara lain yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  • mengelola depresi atau gangguan kecemasan apa pun
  • mengurangi asupan stimulan
  • berlatih meditasi atau doa biasa
  • tidak tidur telentang

Memahami fisiologi tidur dan mekanisme sleep paralysis merupakan langkah penting untuk mengatasinya.

Stres yang berkelanjutan dan gangguan dalam siklus tidur dapat memiliki implikasi kesehatan yang serius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.