Kompas.com - 09/08/2021, 19:33 WIB

Ini juga dapat mengganggu tidur di malam hari bagi bagi penderita maupun atau pasangan tempat tidurnya karena bisanya tumpang tindih dengan periodic limb movement disorder (PLMS). PLMD digambarkan sebagai gangguan tidur dengan gejala berupa gerakan kaki yang terjadi berulang pada kaki saat sedang tidur.

Perawatan mungkin termasuk penggantian zat besi (jika kekurangan) serta obat resep, termasuk ropinirole, pramipexole, dan lainnya.

5. Berjalan sambil tidur atau memiliki perilaku tidur lainnya

Tidur bisa berbahaya. Ini terutama benar jika seseorang yang tertidur mulai memiliki perilaku kompleks terkait tidur. Misalnya saja, penyakit tidur berjalan atau somnambulisme.

Anak-anak rentan terhadap penyakit tidur berjalan dan episode ini terkadang bertahan hingga dewasa.

Cedera dapat terjadi saat orang yang tidur melompat dari tempat tidur, menabrak dinding, atau apa saja yang dilewati.

Baca juga: Penyebab Ketindihan dan Cara Menghindarinya

Karena risiko cedera, tindakan pencegahan keamanan tertentu harus diambil.

Penderita penyakit tidur berjalan bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mencari tahu perawatan terbaik.

Perawatan mungkin memerlukan mengatasi gangguan yang mendasarinya atau penggunaan melatonin dosis tinggi atau obat resep seperti clonazepam.

6. Punya kebiasaan tidur larut secara alami

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.