Kompas.com - 09/08/2021, 19:33 WIB

Gangguan ritme sirkadian juga bisa menjadi alasan untuk berbicara dengan dokter tentang tidur.

Kondisi yang paling umum dikenal sebagai sindrom fase tidur yang tertunda atau delayed sleep phase syndrome (DSPS).

DSPS adalah gangguan waktu tidur yang membuat penderitanya cenderung tertidur larut malam dan sulit bangun di kemudian harinya.

Baca juga: 3 Cara Mengukur Obesitas, Mana yang Terbaik?

DSPS dilaporkan memengaruhi sekitar 10 persen orang, memiliki kecenderungan genetik, dan sering dimulai pada masa remaja.

Dengan DSPS, seseorang mungkin tidak tertidur secara alami sampai jam 2 pagi atau lebih dan baru bangun di siang hai atai sore hari. Beberapa orang bahkan tetap bangun di pagi hari.

7. Bangun tidur dengan sakit kepala di pagi hari

Sakit kepala sering berinteraksi dengan tidur. Bangun dengan sakit kepala hal pertama di pagi hari dapat terjadi karena beberapa alasan.

Kondisi ini salah satunya bisa terjadi akibat adanya gangguan pernapasan saat tidur.

Sleep apnea mungkin menjadi faktor utama yang mendorong sakit kepala ini.

Kadar oksigen turun dan kadar karbon dioksida meningkat berulang kali sepanjang malam.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.