Kompas.com - 22/08/2021, 21:02 WIB
Ilustrasi sakit tenggorokan. SHUTTERSTOCKIlustrasi sakit tenggorokan.

Prevalensinya jauh lebih rendah untuk pria (1,7 persen) dan wanita (0,7 persen) yang pernah memiliki satu kali pasangan seksual oral seumur hidup atau kurang.

Banyak media telah menyajikan data ini dengan buruk, membingkai seks oral sebagai penyebab langsung kanker.

Namun, kesimpulan yang ditarik dari penelitian hingga saat ini adalah bahwa HPV dapat ditularkan melalui seks oral dan itu adalah terkait dengan perubahan pada sel yang terinfeksi.

Dengan demikian, seks oral bukan penyebab langsung kanker tenggorokan.

Faktor risiko

Meskipun HPV bukan satu-satunya penyebab kanker tenggorokan, HPV meningkatkan risiko kanker tenggorokan berkembang.

Faktor risiko lain yang harus dihindari termasuk :

  • Merokok: Merokok tembakau sejauh ini merupakan faktor risiko terpenting untuk semua kanker kepala dan leher, termasuk kanker tenggorokan. Perokok berat jangka panjang yang teratur 20 kali lebih mungkin mengembangkan jenis kanker tenggorokan dibandingkan dengan non-perokok.
  • Alkohol: Konsumsi minuman beralkohol yang berat dan terus-menerus, terutama minuman beralkohol, juga meningkatkan risiko terkena kanker tenggorokan.
  • Paparan zat berbahaya: Paparan yang terlalu lama terhadap asap cat, debu dan serutan kayu, dan beberapa bahan kimia yang digunakan dalam industri plastik, logam, dan tekstil juga dapat meningkatkan risiko.

Baca juga: Amankah Berhubungan Seks di Awal Kehamilan?

Gejala HPV

Gejala HPV sering tidak terlihat dan orang biasanya tidak tahu bahwa mereka memiliki virus tersebu. 

Meski demikian, HPV dapat ditularkan meskipun gejalanya tidak jelas.

Namun, kondisi ini dapat berlanjut ke tahap awal kanker mulut ketika tanda-tanda berikut mulai terjadi:

  • sakit mulut atau bisul terjadi yang tidak sembuh dalam waktu 3 minggu
  • jaringan lunak mulut menjadi berubah warna
  • rasa sakit saat menelan dan perasaan seolah-olah makanan menempel di tenggorokan
  • bengkak tanpa rasa sakit di amandel
  • sakit saat mengunyah
  • sakit tenggorokan yang berkelanjutan atau suara serak dengan batuk terus-menerus
  • perasaan mati rasa di mulut dan bibir
  • pembengkakan atau benjolan di mulut, serta benjolan tanpa rasa sakit di bagian luar leher
  • sakit telinga satu sisi yang berlangsung selama lebih dari beberapa hari

Kunjungi dokter jika Anda melihat gejala-gejala tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.