Kompas.com - 24/08/2021, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang biasanya dimulai setelah 20 minggu kehamilan.

Melansir WebMD, preeklamsia biasanya terjadi di akhir masa kehamilan, meskipun bisa juga datang lebih awal atau tepat setelah melahirkan.

Preeklamsia jelas perlu diberikan penanganan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan berkembang menjadi eklamsia yang dapat mengancam jiwa ibu maupun janin.

Baca juga: 11 Tanda Awal Kehamilan yang Sering Tak Disadari, Termasuk Jerawat?

Jika preeklamsia Anda menyebabkan kejang, Anda bisa didiagnosis telah menderita eklampsia.

Untuk dipahami, salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia adalah ibu hamil berusia lebih dari 40 tahun atau di bawah 20 tahun.

Jika Anda hamil pada usia tersebut, Anda perlu lebih waspada terhadap kondisi preeklamsia.

Anda dapat membantu melindungi diri Anda sendiri dengan mempelajari gejala-gejala preeklamsia dan dengan menemui dokter untuk perawatan prenatal secara teratur.

Mendapati preeklamsia lebih awal diyakini dapat menurunkan kemungkinan masalah jangka panjang bagi Anda maupun bayi.

Gejala preklamsia

Merangkum Mayo Clinic, preeklamsia pada umumnya berkembang secara bertahap.

Kondisi yang bisa menjadi tanda dan gejala preeklamsia, termasuk:

  1. Tekanan darah tinggi yang melebihi 140/90 mmHg atau lebih hasil dari dua kali pemeriksaan dengan selisih waktu selama empat jam
  2. Kelebihan protein dalam urine (proteinuria) atau tanda-tanda tambahan masalah ginjal
  3. Sakit kepala parah
  4. Gangguan penglihatan, termasuk kehilangan penglihatan sementara, penglihatan kabur atau sensitivitas cahaya
  5. Sakit perut bagian atas, biasanya di bawah tulang rusuk di sisi kanan
  6. Mual atau muntah
  7. Pengeluaran urine menurun
  8. Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia)
  9. Gangguan fungsi hati
  10. Sesak napas yang disebabkan oleh cairan di paru-paru
  11. Kenaikan berat badan yang tiba-tiba
  12. Pembengkakan (edema), terutama di wajah dan tangan

Kenaikan berat badan tiba-tiba dan edema dapat terjadi dengan preeklamsia. Tetapi ini juga terjadi pada banyak kehamilan normal, sehingga tidak dianggap sebagai tanda-tanda preeklamsia yang signifikan.

Baca juga: 6 Cara Mencegah Preeklamsia pada Ibu Hamil

Kapan harus ke dokter dengan kecurigaan preeklamsia?

Saat hamil, pastikan Anda selalu melakukan pemeriksaan rutin sehingga dokter dapat memantau tekanan darah Anda.

Dilansir dari Very Well Health, memantau tekanan darah Anda adalah bagian penting dari perawatan prenatal karena tanda pertama preeklamsia biasanya adalah peningkatan tekanan darah.

Sebaiknya hubungi dokter Anda segera atau pergi ke ruang gawat darurat jika Anda mengalami beberapa gejala yang mengarah pada preeklamsia berikut:

  • Sakit kepala parah
  • Penglihatan kabur atau gangguan penglihatan lainnya
  • Sakit parah di perut
  • Sesak napas parah
  • Kenaikan berat badan secara tiba-tiba selama 1-2 hari atau lebih dari 1 kg dalam seminggu
  • Pembengkakan di tangan atau wajah
  • Mual dan muntah
  • Sulit buang air kecil
  • Sakit kepala yang tidak kunjung hilang atau semakin parah
  • Sakit bahu kanan

Karena sakit kepala, mual, dan nyeri serta nyeri adalah keluhan kehamilan yang umum terjadi, mungkin sulit bagi Anda untuk mengetahui apakah itu termasuk normal atau mengindikasikan masalah serius. Apalagi Anda baru menjalani kehamilan pertama.

Jika Anda khawatir tentang gejala Anda, sebaiknya hubungi dokter saja.

Baca juga: Kenali 9 Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.