Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/09/2021, 22:01 WIB

Misalkan, ibu hamil yang tidak dapat menghasilkan hormon human chorionic gonadotrophin (hCG). Hormon pertumbuhan ini merangsang perkembangan testosteron pada janin.

Dampaknya, bayi yang lahir memiliki ukuran penis sampai bentuk yang tidak berkembang seperti biasanya.

Baca juga: Kutil di Penis, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

3. Paparan bahan kimia berbahaya

Faktor eksternal seperti lingkungan juga dapat memengaruhi ukuran penis. Di antaranya paparan pestisida, plasticizer, dan bahan kimia berbahaya lainnya.

Paparan bahan kimia dalam jangka panjang dapat memicu mutasi genetik sampai menyebabkan gangguan hormon.

Menurut beberapa studi, paparan bahan kimia yang berdampak pada ukuran penis ini bisa terjadi selama kehamilan atau ketika anak sudah remaja.

Baca juga: 5 Penyebab Penis Susah Ereksi, Pria Perlu Tahu

4. Nutrisi

Kekurangan gizi saat bayi di dalam kandungan atau anak dalam masa pertumbuhan juga dapat memengaruhi hormon dan tumbuh kembang, termasuk ukuran penis.

Selain itu, malnutrisi pada remaja juga dapat menyebabkan pubertas terlambat. Imbasnya, ukuran penis dan testis biasanya lebih kecil.

Perlu diingat-ingat juga, selama ini banyak mitos seputar ukuran penis. Salah satunya soal masturbasi bisa memperbesar penis. Hal itu keliru dan tak usah dipercaya lagi.

Selain itu, ada beberapa alat vakum, pil, atau krim yang dijual untuk memperbesar penis.

Namun, lagi-lagi beberapa upaya tersebut belum terbukti secara ilmiah manfaatnya. Bahkan, beberapa di antara metode tersebut meningkatkan risiko infeksi, penis bengkak, ruam, sampai disfungsi ereksi.

Salah satu cara memperbesar penis yang sudah terbukti aman dan ampuh secara medis baru operasi. Biasanya, prosedur ini direkomendasikan untuk pria yang punya masalah mikropenis.

Baca juga: 9 Penyebab Penis Bengkak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+