Kompas.com - 01/10/2021, 22:01 WIB
Ilustrasi penyakit jantung koroner, nyeri dada gejala penyakit jantung koroner Shutterstock/Image Point FrIlustrasi penyakit jantung koroner, nyeri dada gejala penyakit jantung koroner

KOMPAS.com - Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah utama atau arteri koroner yang memasok darah ke jantung rusak.

Arteri koroner berfungsi untuk memasok darah, oksigen, dan nutrisi ke jantung.

Ketika plak atau lemak menumpuk di pembuluh darah ini, arteri koroner bisa menyempit dan aliran darah ke jantung terhambat.

Akibatnya, penderita bisa merasakan beragam tanda penyakit jantung koroner.

Baca juga: 15 Penyebab Penyakit Jantung Koroner yang Perlu Diwaspadai

Gejala penyakit jantung koroner

Melansir Cleveland Clinic, penyempitan pembuluh darah arteri koroner menyebabkan pasokan darah kaya oksigen ke jantung terhambat.

Kondisi ini biasanya kian terasa ketika jantung berdetak kencang, misalkan saat olahraga atau banyak aktivitas.

Pada awalnya penurunan aliran darah ke jantung, atau ketika kondisi penyakit masih ringan, kerap tidak menimbulkan gejala apa pun.

Namun, ketika penumpukan plak di arteri koroner sudah cukup parah, penderita bisa merasakan gejala penyakit jantung koroner yang khas karena jantung bekerja keras untuk memompa darah, seperti:

  • Dada rasanya sakit atau tidak nyaman, seperti sesak, tertekan, panas, mati rasa, diremas
  • Rasa tidak nyaman dari dada menjalar ke bahu kiri, lengan, leher, punggung, rahang
  • Badan terasa kelelahan
  • Pusing atau sakit kepala
  • Mual
  • Lemas
  • Perut bagian atas rasanya tidak nyaman, seperti sedang ada gangguan pencernaan
  • Cemas tanpa sebab jelas
  • Keluar keringat dingin

Beberapa ciri-ciri penyakit jantung koroner di atas mirip dengan masalah kesehatan lain.

Jika Anda merasakan beberapa di antaranya, segera ke rumah sakit agar diberikan penanganan medis tepat.

Baca juga: 13 Gejala Penyakit Jantung yang Kerap Tidak Disadari Pengidapnya

Penyebab penyakit jantung koroner

Selain mengenali gejala penyakit jantung koroner, ada baiknya Anda mengenali penyebabnya.

Melansir Mayo Clinic, penyakit jantung koroner disebabkan kerusakan atau cedera pada lapisan dalam pembuluh darah arteri koroner. Kerusakan ini bisa disebabkan banyak hal, antara lain:

  • Kelainan jantung bawaan
  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes atau kadar gula darah tinggi
  • Kebiasaan tidak aktif bergerak dan jarang olahraga
  • Faktor keturunan
  • Kegemukan atau obesitas
  • Stres tinggi
  • Pola makan tidak sehat yang tinggi lemak jahat dan jarang makan serat

Ketika bagian dalam pembuluh arteri rusak, timbunan lemak atau plak dapat terkumpul di lokasi cedera.

Jika permukaan plak pecah, sel darah akan menggumpal untuk memperbaiki arteri. Terbentuknya gumpalan ini lambat laun bisa menyumbat arteri dan menyebabkan serangan jantung.

Baca juga: 11 Ciri-ciri Penyakit Jantung di Usia Muda

Kapan perlu waspada gejala penyakit jantung koroner?

Jika Anda mengalami penyakit jantung koroner, ada baiknya segera mencari pertolongan medis darurat di rumah sakit terdekat.

Terutama jika Anda punya faktor risiko penyakit jantung koroner seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, diabetes, obesitas, atau punya keluarga yang menderita penyakit jantung.

Dokter bakal melakukan pemeriksaan fisik dan merekomendasikan serangkaian tes kesehatan untuk menguji apakah Anda menderita penyakit jantung koroner atau tidak.

Baca juga: 3 Ciri-ciri Penyakit Jantung pada Wanita, Selain Nyeri Dada

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.