Kompas.com - 09/10/2021, 13:03 WIB

Para peneliti percaya kekurangan magnesium dapat menyebabkan penumpukan kalsium di otot-otot yang melapisi saluran udara di paru-paru. Kondisi ini bisa menyebabkan saluran udara menyempit, membuat pernapasan lebih sulit.

Menariknya, inhaler dengan magnesium sulfat terkadang diberikan kepada penderita asma parah untuk membantu rileks dan memperluas saluran udara.

Namun, bukti efektivitas suplemen magnesium pada individu dengan asma tidak konsisten.

Singkatnya, para ahli percaya bahwa asma yang parah mungkin merupakan gejala kekurangan magnesium pada beberapa orang, tetapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

7. Detak jantung berdetak tidak teratur

Aritmia jantung atau detak jantung tidak teratur adalah salah satu gejala defisiensi magnesium yang paling serius.

Baca juga: Cara Hitung Denyut Nadi Saat Olahraga untuk Cegah Serangan Jantung

Gejala aritmia memang ringan, di mana dalam beberapa kasus bahkan tidak menimbulkan gejala apa pun.

Namun, bagi sebagian orang, kondisi ini dapat menyebabkan palpitasi jantung atau jantung berdebar-debar.

Aritmia jantung juga bisa memiliki gejala lain, termasuk:

  • Pusing
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Pingsan

Dalam kasus yang paling parah, aritmia jantung dapat meningkatkan risiko stroke atau gagal jantung.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.