Kompas.com - 11/10/2021, 12:00 WIB
Ilustrasi darah yang oleh sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan. Kondisi phobia darah ini dikenal juga dengan istilah hemophobia atau hematophobi. Ilustrasi darah yang oleh sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan. Kondisi phobia darah ini dikenal juga dengan istilah hemophobia atau hematophobi.

Pasalnya, pernapasan yang baik dapat membuat tubuh lebih rileks. 

Seperti diketahui, ketika mengalami serangan panik, seseorang mungkin akan menunjukkan gejala napas menjadi tidak teratur.

3. Temui psikolog atau psikiater

Apabila gejala yang muncul akibat melihat darah sampai menimbulkan ketidaknyamanan dan berpengaruh pada kualitas hidup, seseorang dirasa perlu bertemu dengan tenaga profesional, seperti psikolog atau psikiater.

Jennyfer menyampaikan, tenaga profesional bisa membantu pasien dengan melakukan psikoterapi, seperti psikoterapi kognitif, terapi pemaparan, teknik relaksasi, atau pemberian obat-obatan.

Psikoterapi ini diharapkan dapat mengatasi rasa takut dan kecemasan berlebihan terhadap darah, mengendalikan diri saat terjadi serangan panik, serta mengantisipasi kekambuhan gejala.

Baca juga: 8 Makanan untuk Meningkatkan Hormon Serotonin, Bikin Mood Lebih baik

“Sebaiknya siapa saja yang mengalami gejala fisik terkait dengan ketakutan terhadap darah, bisa menemui tenaga profesional. Tidakself-diagnose atas apa yang tengah dialami,” jelas Jennyfer.

Tenaga kesehatan bisa membantu memastikan kondisi yang dialami pasien dan memberikan saran penanganan terbaik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Health
7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Health
Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Health
Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Health
4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.