Kompas.com - 12/10/2021, 16:03 WIB
Ilustrasi nyeri dada bisa menjadi gejala diseksi aorta, robeknya pembuluh darah aorta. Shutterstock/CGN089Ilustrasi nyeri dada bisa menjadi gejala diseksi aorta, robeknya pembuluh darah aorta.

KOMPAS.com – Penyebab diseksi aorta penting dikenali sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya kondisi medis serius ini.

Melansir WebMD, diseksi aorta adalah kondisi ketika dinding aorta robek dan akhirnya mengakibatkan pemisahkan (diseksi) antara lapisan dalam dan tengan dinding aorta.

Aorta sendiri merupakan pembuluh darah terbesar di tubuh dan arteri utama yang membawa darah kaya oksigen serta nutrisi dari jantung ke seluruh tubuh.

Baca juga: 8 Gejala Diseksi Aorta, Robeknya Pembuluh Darah Aorta yang Perlu Diwaspadai

Dinding aorta normalnya terdiri dari tiga lapisan jaringan, yakni:

  • Lapisan dalam (intima)
  • Lapisan tengah (media)
  • Lapisan luar (adventitia)

Diseksi aorta bisa dimulai secara tiba-tiba ketika robekan terjadi di lapisan dalam area aorta yang melemah.

Jika tidak dikenali dan ditangani dengan cepat, diseksi aorta bisa mengancam jiwa dan dapat menyebabkan kematian mendadak.

Penyebab diseksi aorta

Dilansir dari Health Line, diseksi aorta pada dasarnya terjadi karena ada kerusakan sel yang mendasari dan lambat yang membentuk dinding aorta.

Kerusakan tersebut kemungkinan telah berlangsung secara diam-diam selama bertahun-tahun sebelum area dinding aorta yang melemah akhirnya memberi jalan, menghasilkan robekan yang mengarah ke diseksi aorta.

Lantas, mengapa dinding aorta melemah pada beberapa orang dan tidak pada orang lain?

Diyakini bahwa sebagian besar diseksi aorta disebabkan oleh kerentanan mendasar yang mungkin diturunkan.

Baca juga: 15 Penyebab Nyeri Dada Saat Bernapas yang Bisa Terjadi

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sindrom ACA
Sindrom ACA
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.