Kompas.com - 12/10/2021, 16:03 WIB
Ilustrasi nyeri dada bisa menjadi gejala diseksi aorta, robeknya pembuluh darah aorta. Shutterstock/CGN089Ilustrasi nyeri dada bisa menjadi gejala diseksi aorta, robeknya pembuluh darah aorta.

6. Gangguan jaringan ikat

Gangguan jaringan ikat seperti sindrom Marfan dan sindrom Ehlers-Danlos juga bisa menjadi faktor risiko penyebab diseksi airta.

Ini adalah masalah terkait genetik yang dapat diturunkan ke anggota keluarga.

7. Riwayat keluarga diseksi aorta

Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diseksi aorta sebelumnya dapat meningkatkan risiko seseorang dalam mengembangkan kondisi medis berbahaya ini.

Baca juga: 4 Cara Mencegah Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak

8. Vaskulitis, khususnya aortitis

Penyakit radang ini memengaruhi pembuluh darah tubuh.

9. Cedera traumatis pada dada

Cendera tarumatis pada dada, misalnya, setelah kecelakaan mobil berkecepatan tinggi atau jatuh serius dari ketinggian lebih dari 20 kaki bisa menjadi faktor risiko penyebab diseksi aorta.

10. Usia antara 50 dan 65 tahun

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.