Kompas.com - 26/10/2021, 14:02 WIB

Kondisi seperti refluks asam sering menjadi penyebab disfagia.

Seorang dokter dapat menentukan penyebab yang mendasarinya.

4. Refluks asam lambung

Refluks asam lambung bisa terjadi ketika otot atau katup di bagian bawah kerongkongan menjadi lemah atau kendur.

Pada kondisi normal, katup yang disebut sebagai sfingter esofagus bagian bawah atau lower esophageal sphincter (LES) itu dapat kembali tertutup setelah dilewati makanan.

Tapi begitu ada masalah, kinerja sfingter esofagus bagian bawah ini bisa terganggu sehingga tidak tertutup sempurna atau terkadang terbuka.

Ketika katup tidak mengencang dengan benar, asam yang diproduksi di lambung dapat bocor atau naik ke kerongkongan.

Asam lambung ini dapat mengiritasi kerongkongan dan menyebabkan batuk.

Gejala asam lambung naik lainnya bisa termasuk:

  • Rasa asam atau pahit di belakang tenggorokan
  • Sakit tenggorokan
  • Sensasi terbakar di dada (heartburn)
  • Rasa asam di mulut

Baca juga: Beda Refluks Asam Lambung, Heartburn, dan GERD

Refluks asam lambung yang lebih sering terjadi dapat disebabkan oleh dua kondisi, yakni gastroesophageal reflux disease (GERD) dan laryngopharyngeal reflux (LPR).

Dilansir dari Health Line, GERD adalah bentuk refluks asam yang lebih parah dan berkelanjutan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.