Kompas.com - 27/10/2021, 22:00 WIB

KOMPAS.com - Memahami jadwal ovulasi adalah hal penting jika Anda ingin merencakanan atau menunda kehamilan.

Sebab, melacak jadwal ovulasi bisa membantu Anda untuk melacak sikulus menstruasi sekaligus kapan masa subur Anda tiba.

Beberapa orang menggunakan jadwal ovulasi untuk mencegah efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi.

Untuk melacar ovulasi ini, Anda bisa menggunakan kalender atau aplikasi khusus yang kini tersedia banyak di Internet.

Baca juga: Babesiosis

Apa itu kalender ovulasi?

Menurut pakar obstetri dan ginekoologi Erin Higgin, jadwal ovulasi bisa membantu Anda untuk menghitung masa subur.

Ovulasi adalah periode di mana ovarium melepaskan sel telur, terjadi sektar 14 hari sebelum menstruasi.

Panjang rata-rata siklus menstruasi setiap wanita adalah 28 hari. Sementara itu, masa subur wanita adalah peluang terbaik untuk hamil. Masa subuh biasanya terjadi selama lima hari sebelum ovulasi dan saat ovulasi itu terjadi.

Peluang hamil akan rendah jika Anda berhubungan seks sebelum dan selama masa menstruasi.

Selama ovulasi, sel telur berjalan ke saluran tuba di mana ia dapat dibuahi jika ada sperma. Jika terjadi pembuahan, sel telur dan sperma akan menyatu membentuk embrio.

Cara menghitung jadwal ovulasi

Anda dapat menggunakan kalender ovulasi — untuk mengetahui masa subut Anda. Hal yang perlu diingat oleh para wanita adalah sikulus menstruasi tidak hanya terjadi saat kita mengalami pendarahan di vagina.

“Ketika kita berbicara tentang siklus menstruasi, kita berbicara tentang satu bulan penuh. Pendarahan hanya terjadi selama beberapa hari," ungkap Higgins.

Siklus menstruasi wanita dimulai pada hari pertama perdarahan dan berakhir pada hari berikutnya sebelum menstruasi.

Mungkin sulit untuk menghitung waktu terbaik untuk ovulasi, terutama jika menstruasi Anda tidak teratur.

Untuk mengetahui jadwal ovulasi Anda, Anda perlu menghitung panjang rata-rata siklus menstruasi Anda.

Baca juga: Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Memahami jadwal ovulasi sangat berguna untuk mengatur kehamilan tanpa alat kontrasepsi.

Jika berencana memiliki momongan, Anda bisa melakukan hubungan seks saat masa subur.

Sebaliknya, Anda harus menghindari hubungan seks jika sedang berada di masa subur.

Wanita yang mengalami ovulasi atau sedang berada di masa subut biasanya juga mengalami tanda-tanda berikut:

  • Suhu basal tubuh turun sedikit, lalu naik lagi.
  • Lendir serviks menjadi lebih jernih dan lebih tipis dengan konsistensi yang lebih licin mirip putih telur.
  • Leher rahim melembut dan terbuka.
  • Mengalami sedikit nyeri atau kram ringan di perut bagian bawah.
  • Dorongan seks meningkat.
  • Muncul flek.
  • Vulva atau vagina tampak bengkak.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.