Kompas.com - 02/11/2021, 14:01 WIB

Perlu diketahui juga, obat antiretroviral bisa membuat viral load tidak terdeteksi secara berkelanjutan. Dengan begitu, risiko penularan virus ke pasangan atau anak saat melahirkan bisa diturunkan secara signifikan.

Ketika infeksi HIV sudah berkembang ke tahap stadium 3 atau AIDS, harapan hidup penderita orang dengan AIDS (ODA) menurun drastis.

Pasalnya, penderita sulit memperbaiki sistem daya tahan tubuhnya. Pada waktu yang bersamaan, komplikasi penyakit lain seperti kanker atau pneumonia bisa membuat penyakit AIDS semakin parah.

Akan tetapi, di beberapa kasus terapi antiretroviral berhasil membantu memperbaiki kerusakan sistem daya tahan tubuh penderita AIDS. Asalkan tidak dibarengi komplikasi parah, banyak penderita AIDS yang bisa berumur panjang.

Baca juga: 8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Cara penularan HIV dan AIDS

Mengingat penyebab infeksi HIV dan AIDS sama, cara penularan penyakit ini juga sejenis.

Melansir Planned Parenthood, HIV dibawa di dalam air mani, cairan vagina, lendir dubur, darah, dan air susu ibu.

Virus ini bisa masuk ke tubuh lewat luka di kulit atau melalui selaput lendir seperti bagian dalam vagina, anus, atau ujung penis. Cara penularan HIV dan AIDS bisa dari:

  • Hubungan seks, baik lewat vagina maupun anal
  • Penggunaan jarum suntik yang tidak steril dari penderita HIV/AIDS, misalkan untuk narkoba, tindik, tato
  • Luka terbuka terkena darah, air mani, atau cairan vagina yang terinfeksi HIV/AIDS

Baca juga: 5 Penyebab Infeksi Menular Seksual

Cara mencegah HIV dan AIDS

Untuk meminimalkan risiko tertular penyakit ini, ada beberapa cara mencegah HIV dan AIDS yang bisa Anda lakukan, yakni:

  • Gunakan kondom saat berhubungan seks
  • Hanya gunakan jarum suntik yang steril
  • Dorong pasangan yang mengidap HIV/AIDS untuk rutin minum obat agar penyakitnya tidak menular
  • Untuk ibu hamil dengan HIV, minum obat khusus untuk mencegah bayi dalam kandungannya tertular HIV

Perlu diingat, HIV/AIDS tidak menular dari ciuman, berbagi makanan atau minuman, menggunakan alat makan yang sama, pelukan, pegangan tangan, batuk, bersin, atau menggunakan dudukan toilet yang sama.

Setelah mengetahui perbedaan HIV dan AIDS, jangan keliru dan salah kaprah lagi ketika menggunakan kedua istilah ini.

Baca juga: Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.