Kompas.com - 09/11/2021, 22:01 WIB

KOMPAS.com - Penyakit infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan  bisa menular dari satu penderita ke orang lain lewat cairan tubuh dengan kondisi tertentu.

Melansir laman resmi HIV.gov, orang dapat tertular HIV setelah melakukan kontak langsung dengan cairan tubuh dari pengidap HIV yang memiliki viral load terdeteksi (kondisi penyakit tidak terkontrol).

Baca juga: Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Cairan tubuh yang jadi pintu penularan HIV bisa berasal dari:

  • Darah
  • Air mani dan mazi
  • Cairan dari anus
  • Cairan vagina
  • Air susu ibu (ASI)

Penularan bisa terjadi saat HIV dalam cairan tubuh di atas masuk ke aliran darah orang lain lewat selaput lendir.

Selaput lendir berada di anus, vagina, ujung penis, mulut, luka terbuka, atau lewat lubang suntikan.

Penderita HIV yang rutin minum obat anti-retro viral (ARV) setiap hari sesuai resep dokter dapat mempertahankan viral load tidak terdeteksi. Sehingga, risiko penularan HIV bisa ditekan.

Baca juga: 5 Ciri-ciri Infeksi HIV pada Kulit

Cara penularan HIV

Melansir laman resmi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), terdapat banyak celah penularan HIV yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Seks anal

Seks anal adalah salah satu hubungan seks paling berisiko menjadi pintu penularan HIV. Risiko ini semakin meningkat apabila penis tidak disunat dan ada luka kecil di penis.

  • Hubungan seks via vagina

Seseorang juga bisa tertular HIV jika melakukan hubungan seks via vagina tanpa kondom dengan pengidap HIV positif yang kondisi penyakitnya tidak terkontrol.

  • Ibu ke bayi selama kehamilan sampai menyusui

Penularan HIV ibu ke janin dalam kandungan juga bisa terjadi selama kehamilan, kelahiran, atau menyusui. Namun, risiko penularan ini bisa dicegah asalkan ibu hamil dengan HIV/AIDS minum obat ARV selama kehamilan sampai menyusui.

Baca juga: 4 Perbedaan HIV dan AIDS yang Perlu Diketahui

  • Menggunakan jarum suntik yang tidak steril

Penggunaan jarum suntik dan alat injeksi lain yang tidak steril setelah digunakan pengidap HIV tidak terkontrol bisa jadi salah satu cara penularan HIV. Risiko ini bisa muncul dari narkoba suntik, tato, atau tindik badan.

  • Seks oral

Risiko penularan HIV pada seks oral sebenarnya rendah. Tapi, orang riskan ketularan HIV apabila seks oral dilakukan penderita HIV di mulut pasangan yang punya sariawan, gusi berdarah, sakit mulut, atau ada luka dan infeksi menular seksual di penis penderita.

  • Digigit

Kendati terbilang jarang, digigit penderita HIV yang penyakitnya tidak terkontrol sampai berdarah dan ada luka robek juga bisa jadi salah satu cara penularan HIV. Tapi ingat, tidak ada risiko penularan jika kondisi kulit yang digigit tidak terluka.

  • Berciuman saat sedang sariawan, gusi berdarah, sakit gigi

Seperti digigit, berciuman di mulut dengan penderita HIV yang penyakitnya tidak terkontrol saat sedang sariawan, gusi berdarah, sakit gigi, atau ada luka di bagian dalam mulut juga bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Ingat, HIV tidak menular apabila ciuman dilakukan dalam kondisi mulut sehat.

Baca juga: Jadi Penyakit Menakutkan, Benarkah HIV/AIDS Tidak Bisa Diobati?

Bukan penularan HIV

Melansir beberapa sumber, HIV tidak menular lewat:

  • Urine, kotoran buang air besar, ludah, muntah, air mata, atau keringat
  • Cipratan cairan batuk atau bersin
  • Berpegangan tangan
  • Berbagi peralatan makan atau gelas minum
  • Gigitan nyamuk, kutu, atau serangga lainnya
  • Udara atau air
  • Bergantian toilet
  • Cium pipi atau dengan mulut tertutup

Baca juga: Gejala HIV pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Pencegahan penularan HIV

Penderita HIV yang minum obat ARV atau terapi anti-HIV setiap hari sesuai anjuran dokter dapat mempertahankan viral load agar tidak terdeteksi. Dengan begitu, risiko penularan HIV ke pasangan bisa diturunkan.

Namun, terkadang penderita lupa minum obat atau sebab lain sehingga viral loadnya kembali terdeteksi dan rawan menularkan HIV kepada pasangannya.

Melansir Kid’s Health, berikut beberapa langkah pencegahan HIV yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit kronis ini:

  • Gunakan kondom setiap kali berhubungan seks, termasuk seks vaginal, oral, atau anal
  • Jalani tes HIV jika Anda dan pasangan sama-sama berisiko terkena HIV/AIDS
  • Setia dan hindari gonta-ganti pasangan seks
  • Lakukan pemeriksaan penyakit menular seksual secara berkala, apabila terdeteksi, segera kontrol dan obati penyakit

Mengenali penularan HIV sekaligus pencegahan penularan HIV penting untuk meningkatkan kewaspadaan pada penyakit menular ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.