Kompas.com - 24/11/2021, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Anhedonia adalah istilah yang menggambarkan berkurangnya minat pada aktivitas yang biasa dinikmati seseorang, serta penurunan kemampuan untuk merasakan kesenangan.

Ini adalah gejala inti dari gangguan depresi mayor.

Namun, seperti dikutip dari Medical News Today, selain gangguan depresi mayor, anhedonia dapat terjadi sebagai bagian dari kondisi lain, termasuk skizofrenia, psikosis, dan penyakit Parkinson, anoreksia nervosa, dan gangguan penyalahgunaan narkoba.

Selama beberapa tahun terakhir, anhedonia telah mendapat perhatian banyak ahli.

Sebagian alasannya adalah karena ia memprediksi seberapa baik seseorang dengan depresi akan merespons pengobatan.

Baca juga: 10 Cara Merawat Orangtua Agar Kesehatan Mental Tetap Terjaga

Antidepresan umum cenderung bekerja kurang baik untuk orang yang mengalami depresi dengan anhedonia dibandingkan mereka yang mengalami depresi tanpa anhedonia.

Ada bukti yang menunjukkan bahwa kehadiran anhedonia meningkatkan risiko bunuh diri, jadi jika hubungannya terbukti, mengenali dan menangani anhedonia dapat menyelamatkan nyawa.

Gejala anhedonia

Melansir dari Healthline, beberapa literatur menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental ini dapat dibagi menjadi anhedonia sosial dan anhedonia fisik.

Anhedonia sosial sering didefinisikan sebagai ketidaktertarikan yang meningkat dalam semua aspek hubungan interpersonal dan kurangnya kesenangan dalam situasi sosial.

Anhedonia fisik adalah ketidakmampuan untuk merasakan kesenangan taktil, seperti makan, sentuhan, atau seks.

Gejala - gejala anhedonia dapat meliputi:

  • penarikan sosial
  • berkurangnya kesenangan yang berasal dari aktivitas sehari-hari
  • kurangnya hubungan atau penarikan dari hubungan sebelumnya
  • kurang tertarik pada hobi sebelumnya
  • hilangnya libido atau kurangnya minat dalam keintiman fisik

Baca juga: Bahaya Buat Kesehatan Mental, Kenali 7 Tanda Toxic Parent

Penyebab anhedonia

Anhedonia adalah gejala inti dari depresi dan skizofrenia tetapi juga telah diidentifikasi pada individu yang berurusan dengan nyeri kronis dan penyakit Parkinson.

Selain itu, dapat disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba.

Satu catatan penting tentang diferensiasi: Anhedonia tidak sama dengan kecemasan sosial, yang dikategorikan sebagai penarikan diri dari situasi sosial karena ketakutan akan bagaimana situasi tersebut akan terjadi.

Jika seorang individu berurusan dengan anhedonia, mereka menghindari situasi sosial karena tampaknya tidak ada imbalan atau poin untuk berpartisipasi.

Jika seseorang telah didiagnosis dengan depresi atau skizofrenia, ada peningkatan risiko terkena anhedonia. Faktor risiko lainnya termasuk:

  • hidup dengan PTSD dari peristiwa atau kejadian traumatis
  • penyakit kronis yang memengaruhi kualitas hidup
  • memiliki gangguan makan
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.