Kompas.com - 09/12/2021, 09:00 WIB

KOMPAS.com - Beberapa orang tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil karena belum memahami tanda-tandanya.

Tanda umum kehamilan adalah berhentinya menstruasi, mual dan muntah, payudara nyeri atau bengkak, sering buang air kecil dan mudah lelah.

Umumnya, gejala kehamilan dimulai setelah keberhasilan implantasi sel telur yang telah dibuahi ke dalam rahim, yang terjadi kira-kira delapan sampai 10 hari setelah ovulasi.

Namun, beberapa tanpa kehamilan bisa saja menyerupai menstruasi, seperti munculnya bercak darah.

Beberapa tanda awal kehamilan juga ada yang menyerupai gejala PMS sehingga banyak wanita yang tak sadar bahwa mereka sedang hamil.

Baca juga: Nyeri Panggul

Tanda awal kehamilan

Selain mual dan muntah, berikut tanda awal kehamilan:

1. Enggan makan atau mengidam makanan

Enggan makan, di mana Anda tidak tahan untuk mencicipi, mencium, atau bahkan melihat makanan tertentu - adalah hal biasa, seperti halnya mengidam makanan.

Kedua hal ini terjadi tanpa alasan dan tidak ada hubungan dengan apa yang sebenarnya dibutuhkan tubuh Anda selama kehamilan.

Ada orang yang tiba-tiba mengidam makanan berlemak, namun ada juga yang enggan memakannya.

2. Peningkatan suhu tubuh

Suhu tubuh basal yang lebih tinggi misa jadi tanda kehamilan.

Suhu inti tubuh Anda juga dapat meningkat lebih mudah dengan olahraga atau dalam cuaca panas.

Ketika hal itu terjadi, pastikan untuk minum lebih banyak air dan berolahraga dengan hati-hati.

3. Peningkatan denyut jantung

Sekitar usia kandungan delapan hingga 10 minggi, jantung Anda mungkin mulai memompa lebih cepat dan lebih keras.

Palpitasi dan aritmia sering terjadi pada kehamilan. Hal ini biasanya disebabkan oleh hormon.

Menurut tinjauan studi tahun 2016, aliran darah wanita akan meningkat antara 30 dan 50 persen selama kehamilan Anda. Sebab, janin di tubuh juga menambah beban kerja jantung Anda.

Baca juga: Nyeri Dada

4. Perubahan suasana hati

Tingkat estrogen dan progesteron wanita akan tinggi selama kehamilan.

Peningkatan hormon tersebut dapat mempengaruhi suasana hati dan membuat wanita lebih emosional atau reaktif dari biasanya.
Perubahan suasana hati sering terjadi selama kehamilan dan dapat menyebabkan perasaan:

  • depresi
  • sifat lekas marah
  • kecemasan
  • euforia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.