Kompas.com - 13/12/2021, 11:00 WIB

Seorang penderita diabetes harus membatasi konsumsi junk food karena kemungkinan akan menyebabkan beberapa efek berikut.

  • Efek cepat pada kadar gula darah: Makanan olahan yang tinggi kalori dan rendah vitamin, mineral, dan serat cepat rusak di dalam tubuh dan dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah secara cepat.
  • Ukuran porsi yang tidak tepat: Junk food biasanya tidak terlalu mengenyangkan dan sering dikemas dalam ukuran porsi yang besar. Kedua faktor ini dapat menyebabkan orang sering kali makan junk food secara berlebihan. Makanan ini dapat berdampak negatif pada diabetes, termasuk lonjakan gula darah dan penambahan berat badan.
  • Penambahan berat badan: Karena kualitas nutrisinya yang buruk dan kemampuannya untuk mendorong makan berlebihan, orang yang makan junk food dapat menambah berat badan. Kelebihan berat badan dan lemak tubuh merupakan faktor risiko utama  diabetes tipe 2, yang menyumbang 90–95 persen dari semua kasus diabetes.
  • Tekanan darah tinggi. Junk food biasanya sangat tinggi sodium (garam), yang berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.
  • Kadar trigliserida. Makanan cepat saji mengandung lemak trans dan lemak jenuh tinggi yang dapat meningkatkan kadar trigliserida, sejenis lemak yang ada dalam darah. Kadar trigliserida yang tinggi meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Baca juga: Mengapa Penderita Diabetes Rawan Terkena Gangren?

Menurut studi pada tahun 2016 yang diterbitkan dalam Experimental Physiology, makan junk food secara teratur dapat menyebabkan kerusakan ginjal pada orang tanpa diabetes seperti halnya pada orang dengan penyakit itu sendiri.

Junk food juga menyebabkan kadar gula darah tinggi serupa dengan yang dialami oleh penderita diabetes tipe 2.

Karena penderita diabetes sudah memiliki risiko penyakit ginjal yang lebih tinggi, konsumsi banyak makanan cepat saji bisa sangat bermasalah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.