Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/12/2021, 10:01 WIB

Selain itu, kondisi genetik terkait down sydrome, sindrom turner, sindrom noonan, dan fenilketonuria juga bisa jadi faktor pemicu masalah kesehatan ini.

  • Ibu hamil merokok

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), ibu hamil yang merokok rentan melahirkan bayi dengan penyakit jantung bawaan. Risiko ini semakin tinggi apabila ibu hamil yang merokok di trimester awal kehamilan.

  • Ibu hamil minum alkohol

Ibu hamil yang minum alkohol dapat meracuni janin di dalam kandungan. Bayi yang terlahir yang ibu peminum alkohol berisiko mengalami penyakit jantung bawaan jenis kelainan septum ventrikel atau atrium.

Baca juga: 15 Penyebab Penyakit Jantung Koroner yang Perlu Diwaspadai

  • Minum obat tertentu saat hamil

Beberapa obat yang dikonsumsi ibu saat hamil bisa jadi penyebab kelainan jantung bawaan. Di antaranya sejumlah obat antikejang, obat jerawat yang mengandung isotretinoin dan retinoid, ibuprofen, dan paracetamol (terutama di trimester awal kehamilan).

  • Diabetes saat hamil

Ibu hamil dengan diabetes berisiko tinggi melahirkan bayi dengan penyakit jantung bawaan. Perlu diketahui, peningkatan risiko ini hanya berlaku untuk diabetes tipe 1 dan tipe 2. Ibu hamil dengan diabetes gestasional tidak memiliki risiko sejenis.

  • Terpapar pelarut organik

Penyebab kelainan jantung bawaan pada bayi lainnya yakni paparan pelarut organik berlebihan pada saat hamil. Ibu hamil sebaiknya menghindari pelarut organik yang biasanya terdapat dalam cat, cat kuku, dan lem.

Baca juga: 15 Penyebab Penyakit Jantung Aritmia

  • Infeksi rubella pada ibu hamil

Infeksi rubella dapat meningkatkan risiko penyakit jantung bawaan, terutama apabila ibu hamil terkena penyakit ini pada delapan sampai 10 minggu pertama kehamilan.

  • Influenza di trimester awal kehamilan

Ibu hamil yang terinfeksi virus influenza di trimester awal kehamilan juga berisiko melahirkan bayi dengan kelainan jantung bawaan. Seperti rubella, wanita usia subur terutama yang berencana hamil juga perlu divaksin flu atau influenza.

Baca juga: Mengenal Thalasemia Mayor, Penyakit Kelainan Darah Turunan

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber NHS,CDC
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+