Kompas.com - 22/12/2021, 16:01 WIB

KOMPAS.com - Benturan di kepala dapat menyebabkan cedera kepala ringan seperti benjol, gegar otak, sampai cedera kepala berat yang memengaruhi otak.

Pada kasus yang parah, misalkan kecelakaan atau cedera olahraga, orang yang kepalanya terbentur bisa sampai meninggal dunia.

Berikut beberapa bahaya benturan di kepala yang perlu diwaspadai serta tanda-tandanya.

Baca juga: Bagaimana Benturan di Kepala Bisa Sebabkan Kematian?

Bahaya benturan di kepala

Benturan di kepala bisa menyebabkan cedera kepala ringan sampai berat. Melansir Radiology Info, berikut beberapa bahayanya yang perlu diwaspadai:

  • Gegar otak

Cedera kepala ini bisa terjadi karena otak di dalam tengkorak mengalami guncangan.

Gejala gegar otak terkadang tidak terlihat. Tapi, ada juga penderita yang kehilangan kesadaran selama beberapa detik sampai menit, pusing, sakit kepala, tidak ingat peristiwa biang cedera, mual, muntah, atau pingsan.

  • Memar jaringan otak

Kondisi ini bisa terjadi ketika cedera kepala sampai menyebabkan tekanan di bagian dalam otak dan tengkorak.

Gejala memar jaringan otak di antaranya pupil mata membesar, tekanan darah naik, denyut nadi melemah, dan sesak napas.

  • Tengkorak retak

Benturan di kepala yang sangat keras bisa menyebabkan tengkorak retak atau patah.

Gejala tengkorak retak atau patah di antaranya bagian kepala yang terbentur benjol, tengkorak bentuknya berubah, memar di sekitar mata atau di belakang telinga, serta keluar cairan bening dari hidung atau telinga.

Baca juga: Cedera Kepala, Kapan Perlu Waspada?

  • Pendarahan otak

Pendarahan otak perlu diwaspadai karena bisa fatal sampai membuat penderitanya meninggal dunia.

Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah, menyebabkan pendarahan di jaringan sekitarnya, dan memicu tekanan di bagian dalam otak.

Selain itu, pendarahan otak juga bisa menyebabkan darah terkumpul dan membentuk gumpalan yang disebut hematoma.

Gejala pendarahan otak di antaranya sakit kepala parah, kejang, mual dan muntah berulang, badan lemas, lengan dan kaki terasa lemah, hilang kesadaran.

  • Cedera aksonal difus

Benturan di kepala juga bisa menyebabkan otak terpelanting di dalam tengkorak. Akibatnya, serabut saraf yang terbentang dari pusat sel saraf meregang atau robek.

Kondisi ini menyebabkan sel otak rusak dan sistem saraf terganggu. Gejala cedera aksonal difus di antaranya hilang kesadaran, tidak dapat berkomunikasi, muntah, atau kejang.

Baca juga: Kenali Gejala Cedera Kepala Ringan, Sedang, Parah

Tanda bahaya benturan di kepala

Melansir WebMD, ada beberapa tanda bahaya benturan di kepala lebih dari cedera ringan dan membutuhkan perawatan medis mendesak, antara lain:

  • Pupil membesar
  • Cairan bening atau darah mengalir dari hidung, mulut, atau telinga
  • Kejang
  • Wajah mengalami perubahan bentuk
  • Wajah memar
  • Tengkorak retak
  • Gangguan pendengaran, penciuman, penglihatan, atau rasa
  • Sebagian anggota tubuh tidak dapat digerakkan
  • Pusing atau sakit kepala parah
  • Hilang kesadaran atau pingsan
  • Lokasi yang terbentur bengkak
  • Muntah terus-menerus

Jika Anda mendapati tanda bahaya benturan di kepala di atas, segera konsultasikan ke dokter atau bawa penderita ke rumah sakit.

Baca juga: 10 Macam-macam Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.