Kompas.com - 01/01/2022, 06:00 WIB

Akibatnya, jarak antargigi terlalu jauh.

Ukuran gigi dan tulang rahang dapat ditentukan oleh genetika sehingga diastema dapat diturunkan dalam keluarga.

Seseorang juga dapat mengembangkan diastema jika ada pertumbuhan berlebih dari jaringan yang membatasi garis gusi dan dua gigi depan atas.

Pertumbuhan berlebih ini menyebabkan celah.

Kebiasaan buruk tertentu juga dapat memicu celah di antara gigi.

Anak-anak yang mengisap ibu jarinya dapat membentuk celah karena gerakan mengisap memberi tekanan pada gigi depan sehingga menyebabkan mereka menarik ke depan.

Baca juga: 8 Penyebab Menggertakkan Gigi Saat Tidur

Pada anak yang lebih besar dan orang dewasa, diastema dapat berkembang dari refleks menelan yang salah.

Alih-alih lidah memposisikan dirinya di langit-langit mulut saat menelan, lidah bisa mendorong gigi depan.

Dokter gigi menyebut ini sebagai dorongan lidah.

Ini mungkin tampak seperti refleks yang tidak berbahaya, tetapi terlalu banyak tekanan pada gigi depan dapat menyebabkan pemisahan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.