Kompas.com - 01/01/2022, 16:00 WIB

Lemak yang dimaksudkan adalah lemak baik yang berasal dari alpukat, kelapa, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak ikan, dan minyak zaitun, yang bisa bebas ditambahkan ke dalam makanan.

Bukan lemak jenuh atau asam lemak trans, yang ditemukan terutama dalam daging olahan dan makanan cepat saji dan beku, seperti yang dikutip dari Food Spring.

Mengutip Healthline, diet ini menyebabkan tubuh memecah timbunan lemak untuk bahan bakar energi dan menciptakan zat yang disebut keton, melalui proses yang disebut ketosis.

Selama beberapa dekade diet kategonik ini juga dimanfaatkan sebagai pengobatan orang dengan epilepsi.

Namun, sebagian orang mungkin tidak cocok dengan diet ini karena meningkatkan kolesterol jahat (LDL).

Dalam kasus yang sangat jarang, diet rendah karbohidrat dapat menyebabkan kondisi serius yang disebut ketoasidosis nondiabetik.

Kondisi ini tampaknya lebih sering terjadi pada wanita menyusui dan bisa berakibat fatal jika tidak diobati.

Baca juga: Sebelum Lakukan Diet, Pahami 4 Prinsip Penting Ini

4. Diet vegan

Mengutip Medical News Today, diet vegan ini bisa dikatakan lebih karena filosofi yang diyakini, bukan sekedar diet biasa.

Seorang vegan tidak makan apa pun yang berbasis hewani, termasuk telur, susu, dan madu.

Vegan biasanya tidak mengadopsi veganisme hanya untuk alasan kesehatan, tetapi juga karena alasan lingkungan, etika, dan welas asih.

Halaman Selanjutnya

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.