Kompas.com - 01/01/2022, 18:00 WIB

2. Penyakit neurodegeneratif

Penyakit neurodegeneratif menyebabkan saraf di otak dan sistem saraf tepi kehilangan fungsi dan mati seiring waktu.

Banyak penyakit neurodegeneratif dapat menyebabkan kehilangan memori jangka pendek.

Beberapa penyakit neurodegeneratif yang paling umum yang terkait dengan kehilangan memori jangka pendek meliputi:

  • penyakit alzheimer
  • penyakit Huntington
  • penyakit Parkinson
  • demensia frontotemporal
  • Demensia tubuh Lewy
  • demensia vaskular

3. Cedera kepala

Banyak jenis cedera yang dapat merusak sel-sel otak dan berpotensi menyebabkan hilangnya memori jangka pendek sementara atau permanen.

4. Infeksi

Infeksi kronis atau parah di otak dan bagian tubuh lainnya dapat menyebabkan kehilangan ingatan.

Contohnya termasuk HIV dan ensefalitis.

Baca juga: Golongan Darah yang Berpotensi Terkena Gangguan Ingatan

5. Tumor

Tumor, baik kanker atau jinak, serta pertumbuhan abnormal lainnya di otak, berpotensi mengganggu fungsi otak dan memengaruhi memori jangka pendek.

6. Stroke dan henti jantung

Stroke atau serangan jantung dapat menyebabkan kerusakan otak karena kekurangan oksigen di otak.

7. Obat-obatan

Banyak obat yang mempengaruhi fungsi otak dapat menyebabkan kehilangan memori sementara sebagai efek samping.

Beberapa obat yang umumnya dikaitkan dengan masalah memori meliputi :

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.