Kompas.com - 11/01/2022, 10:00 WIB

KOMPAS.com - Bayi baru lahir memang membutuhkan perhatian ekstra karena mereka rentan mengalami penyakit tertentu, salah satunya anemia.

Anemia pada bayi baru lahir adalah suatu kondisi di mana tubuh bayi memiliki jumlah sel darah merah yang lebih rendah dari biasanya.

Anemia pada bayi bisa terjadi karena beberapa hal, seperti bayi lahir prematur, sel darah merah terlalu cepat rusak, tubuh tidak membuat cukup sel darah merah atau bayi kehilangan terlalu banyak darah.

Bayi yang mengalami anemia memiliki jumlah sel darah merah yang lebih rendah dari biasanya. Sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Ketika anemia terjadi, pasokan oksigen ke tubuh bayi pun berkurang. Akibatnya, organ di tubuh mereka tidak bisa berfungsi dengan baik.

Baca juga: Hipoksia

Gejala anemia pada bayi

Biasanya, bayi yang mengalami anemia tidak menunjukan gejala apapun. Jika muncul gejala, biasanya muncul dalam bentuk berikut:

  • Memiliki kulit pucat.
  • Merasa lesu (memiliki energi yang rendah).
  • Makan yang buruk atau lelah saat menyusui.
  • Memiliki detak jantung yang cepat dan pernapasan yang cepat saat beristirahat.

Penyebab anemia pada bayi

Melansir laman Cleveland Clinic, berikut berbagai penyebab anemia pada bayi:

1. Tubuh tidak menghasilkan cukup sel darah merah

Sebagian besar bayi mengalami anemia dalam beberapa bulan pertama kehidupan. Kondisi ini dikenal dengan nama anemia fisiologis.

Penyebab anemia ini terjadi karena tubuh bayi tumbuh dengan cepat namun produksi sel darah merah tidak bisa mengikuti kecepatan pertumbuhan tubuh bayi.

2. Tubuh memecah sel darah merah terlalu cepat

Kondisi ini biasa terjadi ketika golongan darah ibu dan bayi tidak coco.

Dalam kasus ini, bayi biasanya memiliki penyakit kuning (hiperbilirubenemia), yang dapat menyebabkan kulit mereka menguning.

Pada beberapa bayi, anemia juga dapat disebabkan oleh infeksi atau kelainan genetik.

Baca juga: 10 Penyebab Rambut Rontok Berlebihan pada Wanita dan Cara Mencegahnya

3. Bayi lahir prematur

Bayi yang lahir prematur memiliki jumlah sel darah merah yang lebih rendah.

Sel darah merah ini juga memiliki rentang hidup yang lebih pendek jika dibandingkan dengan sel darah merah bayi yang lahir sesuai hari persalinan.

Kondisi ini dikenal dengan istilah anemia prematuritas.

Penyebab lain anemia prematuritas adalah pendarahan internal dan transfer darah antara bayi dan ibu saat bayi masih dalam kandungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.