Kompas.com - 11/02/2022, 10:00 WIB

KOMPAS.com - Stres adalah hal yang kerap terjadi di usia dewasa. Jika dibiarkan berlarut-larut, stres bisa memicu berbagai masalah pada kondisi fisik dan mental kita.

Namun, tahukah Anda bahwa stres juga bisa dialami pada anak-anak?

Dampak stres pada anak-anak juga tak bisa kita sepelekan. Sebab, stres pada anak juga bisa memicu oebsitas, diabetes, gangguan jantung, kanker, dan berbagai penyakit lainnya.

Anak yang mengalami stres juga rentan mengakami depres, penyalahgunaan zar, merokok, kehamilan di usia remaja hingga bunuh diri.

Studi yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah menunjukkan bahwa ketika seorang anak sering atau terus-menerus mengalami stres bisa membuat organ dan sistem tubuh mereka melemah,

Akibatnya, anak-anak tersebut berisiko mengalami masalah kesehatan dan sosial seumur hidup.

Baca juga: 10 Kebiasaan Buruk Penyebab Jerawat Tambah Parah

Tanda stres pada anak

Memang tidak mudah mendeteksi adanya stres pada anak-anak. Akan tetapi, orangtua bisa melihatnya dari adanya perubahan perulaku, perubahan suasana hati, atau perubahan pola tidur.

Terkadang, anak yang mengalami stres juga bisa mengalami masalah fisik seperti sakit kepala atau sakit perut.

Mereka juga kerap kesulitan berkonsentrasi atau menyelesaikan tugas sekolahnya.

Seorang anak yang stres juga dapat bereaksi berlebihan terhadap masalah kecil, mengalami mimpi buruk, atau mengalami perubahan drastis dalam prestasi akademik.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.