Kompas.com - 20/02/2022, 21:00 WIB

KOMPAS.com - Tidak semua pasangan langsung dikaruniai buah hati setelah menikah.

Beberapa dari mereka terkadang membutuhkan tahunan untuk mendengarkan tangis bayi.

Bahkan, tak sedikit dari mereka yang ternyata tidak mendapatan kepercayaan untuk mendapatkan momongan.

Sebenarnya, ada banyak hal yang mempengaruhi peluang seorang wanita untuk hamil seperti usia, riwayat kesehatan, dan frekuensi melakukan hubungan seksual.

Kebanyakan wanita bisa hamil setelah enam bulan hingga satu tahun usai menikah. Lebih dari itu, para ahli menyarankan untuk berkonsultasi ke dokter.

Baca juga: Apakah Garam Benar-Benar Berbahaya untuk Kesehatan?

Ada beberapa makanan yang pantang dikonsumsi ibu hamil, seperti beberapa seafood yang mengandung merkuri tinggi.

Peluang kehamilan

Peluang terbaik wanita untuk hamil berada di usia 20 tahunan. Saat usia itulah, wanita memiliki sel telur yang sehat.

Kesuburan secara alami menurun seiring bertambahnya usia. Semakin tua Anda, semakin lama waktu yang Anda butuhkan untuk hamil.

Jadi, seiring bertambahnya usia jumlah sel telur wanita juga berkurang.

Dalam penelitian yang diterbitkan di Plos One, disebutkan bahwa peluang wanita berusia 35 tahun untuk hamil usai tiga bulan menikah adalah 12 persen.

Pada usia 40, peluang itu turun menjadi tujuh persen.

Hal yang sama juga terjadi para pria. Kesuburan pria juga menurun seiring bertambahnya usia. Sperma pria yang berusia lebih tua juga lebih cenderung memiliki kelainan genetik.

Jika Anda berusia lebih dari 35 tahun dan tak kunjung mendapatkan tanda kehamilan usai satu tahun menikah, cobalah untuk segera berkonsultasi ke dokter.

Pasangan yang memiliki kondisi kesehatan juga perlu memeriksakan kondisi kesuburannya. Sebab, penyakit tertentu juga turut menentukan tingkat kesuburan.

Penyebab ketidaksuburan

Pada pria, infertisilitas paling sering terjadi akibat adanya masalah ovulasi. Gangguan ovulasi bisa menyebabkan sel telur sulit dibuahi.

Faktor yang memicu masalah pada ovulasi antara lain, penyakit sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan insufisiensi ovarium prematur (POI).

Baca juga: 9 Manfaat Makan Telur, dari Menyehatkan Otot hingga Jantung

Saluran tuba yang tersumbat juga bisa mencegah sel telur bertemu dengan sperma. Penyumbatan saluran tuba biasanya terjadi karena hal berikut:

  • penyakit radang panggul (PID)
  • endometriosis
  • operasi untuk kehamilan ektopik.

Sementara itu, infertilitas pada pria juga sering terjadi karena hal berikut:

  • pembesaran pembuluh darah di testis, yang disebut varikokel
  • sperma berbentuk tidak normal
  • cedera pada testis yang mengurangi produksi sperma
  • efek alkohol, rokok, atau penggunaan narkoba
  • kemoterapi atau radiasi untuk mengobati kanker
  • masalah dengan kelenjar yang menghasilkan hormon yang dibutuhkan untuk membuat sperma
  • kelainan genetik seperti sindrom Klinefelter.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.