Kompas.com - 25/03/2022, 12:01 WIB

KOMPAS.com - Limfadenitis adalah peradangan pada kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening adalah organ kecil berbentuk oval yang mengandung sel kekebalan tubuh.

Fungsi kelenjar getah bening untuk menyerang dan membasmi kuman seperti virus, bakteri, jamur, dan patogen lainnya.

Berikut beberapa gejala dan penyebab limfadenitis yang perlu Anda ketahui.

Baca juga: 4 Penyebab Kelenjar Getah Bening Bengkak

Gejala limfadenitis

Tubuh memiliki sekitar 600 kelenjar getah bening. Tapi, kelenjar getah bening biasanya teraba atau bisa dirasakan di bawah rahang, di bawah ketiak, atau selangkangan.

Dalam kondisi normal, kelenjar getah bening berupa benjolan kecil dan keras ketika disentuh. Ketika terjadi limfadenitis, ada beberapa gejala yang biasanya dirasakan para pengidapnya.

Dilansir dari Johns Hopkins Medicine dan Healthline, berikut beberapa di antaranya:

  • Kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan bengkak sampai lebih dari satu centimeter
  • Benjolan di kelenjar getah bening yang bengkak semakin besar ukurannya
  • Benjolan di kelenjar getah bening yang bengkak terasa sakit saat disentuh
  • Benjolan di kelenjar getah bening yang bengkak empuk ketika diraba
  • Muncul garis-garis kemerahan di benjolan kelenjar getah bening yang bengkak atau area sekitarnya
  • Muncul nanah di benjolan kelenjar getah bening yang bengkak
  • Keluar cairan dari kelenjar getah bening ke kulit
  • Saluran pernapasan atas terganggu seperti pilek, batuk, atau sakit tenggorokan
  • Tungkai bengkak
  • Berkeringat di malam hari

Limfadenitis bukanlah suatu penyakit, melainkan tanda atau gejala suatu penyakit.

Gejala limfadentis di atas bisa bervariasi atau tidak muncul bersamaan, tergantung akar penyebab penyakit.

Baca juga: Bisakah Mengobati Kelenjar Getah Bening Bengkak Tanpa Operasi?

Penyebab limfadenitis

Ada beberapa penyebab limfadenitis, antara lain:

  • Infeksi bakteri, virus, atau jamur
  • Kanker darah, seperti leukemia dan limfoma

Kebanyakan penyebab limfadenitis berasal dari infeksi virus seperti flu atau bakteri seperti TBC. Jarang, kelenjar getah bening bengkak karena kanker.

Jika Anda merasakan gejala limfadenitis, segera konsultasikan ke dokter agar bisa diketahui penyebabnya.

Untuk mendeteksi penyebab limfadenitis, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan menyarankan beberapa tes.

Di antaranya tes darah, mengambil sampel jaringan kelenjar getah bening untuk dipelajari di bawah mikroskop, atau mengambil sampel cairan kelenjar getah bening untuk melihat kuman penyebab limfadenitis.

Setelah diketahui akar penyebab penyakit, dokter baru menyarankan pengobatan yang tepat sesuai kondisi kesehatan penderita.

Baca juga: TBC Kelenjar: Gejala, Cara Mengobati, Cara Mencegah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.