Kompas.com - 09/04/2022, 03:00 WIB

KOMPAS.com - Beberapa penyakit memang bisa datang karena faktor. Namun, apakah mungkin jika kolesterol tinggi juga disebabkan oleh faktor genetik?

Kondisi bawaan yang dikenal sebagai familial hypercholesterolemia dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada usia dini.

Sekitar 1 dari 250 orang dilahirkan dengan kadar kolesterol low-density lipoprotein atau LDL (jenis jahat) yang tinggi.

Sayangnya, hampir 90 orang yang memiliki amilial hypercholesterolemia tidak menyadari hal itu.

Baca juga: Apakah Penyakit Asma Bisa Disembuhkan?

Kondisi genetik yang memicu kolesterol tinggi

Kebanyakan orang tidak memiliki kadar kolesterol yang tinggi secara genetik.

“Jika kolesterol Anda tinggi, kemungkinan besar Anda mendapatkannya karena pola makan, kurang olahraga dan proses penuaan,” ucap pakar kardiologi Lesli Cho.

Namun familial hypercholesterolemia aatau faktor genetik pemicu kolesterol tinggi memang ada perlu perawatan serius.

Untuk mengetahui apakah Anda memiliki faktor genetik yang memicu kolestrol tinggi adalah engumpulkan riwayat kesehatan keluarga Anda.

Jika orang tua kandung Anda memiliki kolesterol tinggi karena genetik, kemungkinan besar Anda mengalami hal yang sama.

Orang yang memiliki genetik kolesterol tinggi biasanya kekurangan protein spesifik, yaitu reseptor LDL, yang berfungsi untuk mengeluarkan kolesterol jahat dari darah.

Kondisi ini dapat diturunkan dari generasi ke generasi.

Bentuk paling serius dari kondisi ini disebut hiperkolesterolemia familial homozigot.

Hal ini terjadi ketika kedua orang tua memiliki DNA yang berubah yang menyebabkan genetik kolesterol tinggi dan meneruskannya kepada anak-anak mereka.

Gejala

Kolesterol adalah zat lilin seperti lemak dalam darah Anda.

Jika ada terlalu banyak kolesterol dalam darah Anda, hal itu cenderung menumpuk di pembuluh darah Anda.

Akhirnya, penumpukan itu dapat menyumbat pembuluh darah Anda dan mencegah darah mengalir ke jantung atau otak Anda.

Baca juga: 13 Makanan dan Minuman Penyebab Perut Kembung

Hal itu bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke. Tanpa skrining, kita tidak akan mengetahui seberapa tinggi kadar kolesterol dalam darah kita.

Selain itu, adanya faktor genetik pemicu kolesterol tinggi juga bisa ditandai dengan gejala berikut:

  • Benjolan kulit akibat kolesterol yang menumpuk di tendon Achilles, siku, lutut, atau tangan Anda (xanthomas).
  • Deposit kolesterol kuning di sekitar kelopak mata Anda (xanthelamas).
  • Sebuah cincin putih di sekitar kornea di mata Anda (corneal arcus).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.