Kompas.com - 13/04/2022, 03:00 WIB

KOMPAS.com - Ketika kita makan berlebihan, terutama makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan, bisa meningkatkan kadar gula dalam darah.

Glukosa berasal dari makanan yang kita konsumsi. Tubuh menciptakan gula darah dengan mencerna beberapa makanan menjadi gula yang beredar di aliran darah.

Gula darah digunakan untuk energi. Gula yang tidak diperlukan untuk bahan bakar tubuh segera disimpan dalam sel untuk digunakan di kemudian hari.

Terlalu banyak gula dalam darah Anda bisa berbahaya, salah satunya memicu diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang lebih tinggi dari yang dianggap dalam batas normal.

Diabetes yang tidak dikelola dapat menyebabkan masalah dengan jantung, ginjal, mata, dan pembuluh darah Anda.

Baca juga: Tanda-tanda Persalinan yang akan Dialami Ibu Hamil

Pengaruh makanan pada gula darah

Tubuh Anda memecah semua yang Anda makan dan menyerap makanan di bagian yang berbeda.

Nantinya, karbohidrat yang Anda konsumsi berubah menjadi gula darah.

Semakin banyak karbohidrat yang Anda makan, semakin tinggi kadar gula yang akan Anda keluarkan saat Anda mencerna dan menyerap makanan Anda.

Karbohidrat dalam bentuk cair yang dikonsumsi sendiri diserap lebih cepat daripada yang ada dalam makanan padat.

Jadi minum soda akan menyebabkan kenaikan kadar gula darah Anda lebih cepat daripada makan sepotong pizza.

Serat merupakan salah satu komponen karbohidrat yang tidak diubah menjadi gula larena tidak bisa dicerna. Padahal serat penting untuk kesehatan.

Protein, lemak, air, vitamin, dan mineral tidak mengandung karbohidrat. Karbohidrat memiliki dampak terbesar pada kadar glukosa darah.

Jika Anda menderita diabetes, asupan karbohidrat Anda adalah bagian terpenting dari diet Anda untuk dipertimbangkan dalam mengelola kadar gula darah Anda.

Makanan tinggi karbohidrat

Makanan yang bisa memicu lonjakan gula darah besar adalah makanan tinggi karbohidrat olahan. Makanan ini termasuk:

  • produk biji-bijian putih, seperti pasta dan nasi
  • kue
  • roti putih
  • sereal olahan dingin
  • minuman manis.

Baca juga: Tanda-tanda Persalinan yang akan Dialami Ibu Hamil

Karena itu, Anda disarankan untuk mengurangi asupan karbohidrat olahan dan mengantinya dengan biji-bijian.

Semakin banyak makanan yang Anda makan, semakin besar jumlah gula yang akan Anda serap.

Protein, lemak, dan serat membantu memperlambat pencernaan karbohidrat. Hal ini akan membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.