Kompas.com - 06/05/2022, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Batuk terjadi ketika ada sesuatu yang mengiritasi paru-paru atau saat tubuh sedang berusaha menyingkirkan bakteri yang terperangkap dalam lendir.

Di sisi lain, batuk juga bisa terjadi ketika ada masalah pada jantung kita.

Spesialis jantung Miriam Jacob berkata bahwa banyak pasien gagal jantung yang memiliki gejala awal masalah pernapasan.

“Jika gejala mereka tidak membaik dengan pengobatan yang tepat, hal itu bisa menjadi tanda gagal jantung," ucap dia.

Baca juga: Penebalan Kuku

Batuk dan penyakit jantung

Pada pasien gagal jantung, otot jantung mereka mengalami disfungsi karena kontraksi atau melemahnya otot jantung.

Hal ini dapat memungkinkan cairan untuk membuat cadangan di paru-paru Anda, yang memiu edema paru.

Edema paru bisa membuat kita batuk terus-menerus untuk menghilangkan kelebihan cairan.

Gejala edema patu bisa berupa:

  • Sesak napas yang memburuk dengan olahraga atau saat berbaring.
  • Mengi yang berat.
  • Perasaan menggelegak di dada Anda.
  • Batuk basah dengan dahak putih atau merah muda, atau lendir.
  • Batuk kering.

Kondisi semacam itu bisa menunjukan tanda kuat adanya gagal jantung ketika diikuti oleh gejala berikut:

  • berat badan bertambah
  • pembengkakan di kaki atau perut
  • sesak napas.

"Bahkan gejala kelelahan, mual, atau cepat kenyang yang samar-samar bisa menjadi tanda-tanda gagal jantung," tambah Jacob.

Namun, tidak semua batuk adalah pertanda adanya penyakit jantung.

Baca juga: 4 Cara Turunkan Berat Badan Setelah Lebaran

Batuk bisa jadi tanda adanya iritan atau alergen seperti asap, jamur, debu, dan serbuk sari.

Kondisi medis tertentu seperti pilek, flu, radang paru-paru, refluks asam, dan sinusitis juga dapat membuat Anda batuk.

"Jika Anda telah didiagnosis asma atau bronkitis lalu mengalami batuk yang tak kunjung sembuh, sebaiknya perisakan diri ke dokter," ucapnya.

Menurut Jacob, batuk yang tak kunjung sembuh pada penderita asma atau bronkitis bisa jadi awal gagal jantung.

"Jika Anda merasa batuk terus-menerus yang tidak kunjung sembuh, Anda dapat meminta untuk dirujuk ke ahli paru atau ahli jantung untuk mendapatkan pendapat lain," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.