Kompas.com - 07/05/2022, 12:10 WIB

KOMPAS.com - Kasus hepatitis akut yang ramai dibicarakan beberapa hari terakhir tidak terkait dengan vaksin Covid-19.

Selama April, muncul laporan hepatitis akut menyerang ratusan anak di Eropa dan 3 anak di Indonesia sudah ada yang meninggal karenanya.

Namun, penyebab pasti hepatitis akut pada anak-anak yang sedang merebak ini belum diketahui.

Oleh karenanya, kasus ini disebut sebagai kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute hepatitis of unknown aetiology).

Baca juga: Bisa Menular, Berikut Cara Mencegah Hepatitis

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 15 April menyatakan kasus hepatitis akut itu sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sementara itu, telah beredar kabar bahwa KLB hepatitis akut pada anak-anak disebabkan oleh vaksin Covid-19.

Dr dr Muzal Kadim, SpA(K), Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi IDAI membantahnya.

"Sampai saat ini hepatitis akut tidak dikaitkan dengan vaksin Covid-19," kata Dr dr Muzal dalam konferensi pers via zoom pada Sabtu (7/5/2022).

Hal itu karena sebagian kasus yang muncul menyerang anak-anak yang belum mendapatkan vaksin Covid-19.

"Kebanyakan kasus terjadi pada anak di bawah umur 6 tahun, bahkan kebanyakan di Inggris berumur 2 tahun ke bawah," terangnya.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.