Kompas.com - 13/05/2022, 16:01 WIB

Selain itu, produk daging dari hewan-hewan yang terinfeksi PMK tersebut masih bisa dikonsumsi, asalkan diolah dengan benar.

“Daging bisa dikonsumsi. Tapi, hati-hati pada bagian moncongnya yang mengalami luka lepuh, berliur, serta saluran cerna. Jangan dimakan,” ujar dia.

Meskipun bisa dikonsumsi, tapi biasanya hewan yang terkena penyakit mulut dan kuku memiliki harga jual yang rendah.

Hal ini karena PMK membuat hewan tidak nafsu makan, serta bobot tubuh dan produksi susunya merosot.

Baca juga: Penyakit Infeksi Paru-paru, Apakah Menular?

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa mencatat, selama wabah PMK yang melanda Inggris pada 2001 lalu, tidak ada laporan penyakit kuku dan mulut menular secara langsung pada manusia.

Penyakit ini bisa menular pada manusia karena konsumsi susu yang tidak dipasteurisasi dari hewan penderita, makan daging yang tidak dimasak sampai matang dari produk hewan penderita, dan kontak langsung dengan hewan penderita.

Selain itu, tidak ada penularan langsung penyakit ini dari manusia ke manusia lainnya.

Begitu terpapar biang penyakit, infeksi pada manusia bakal menunjukkan gejala dalam waktu dua sampai enam hari.

Gejalanya tergolong ringan, di antaranya kesemutan, muncul luka seperti lecet di tangan, kaki, dan mulut, sakit tenggorokan, atau demam.

Setelah terinfeksi penyakit kuku dan mulut dari hewan, penyakit ini pada manusai bisa sembuh sendiri dalam waktu seminggu.

Baca juga: Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.