Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/05/2022, 13:06 WIB

Hasil riset ilmiah jelas menunjukkan bahwa menyusui memiliki efek positif yang signifikan apada perkembangan otak jangka panjang bayi.

4. Menyempurnakan perkembangan saraf

Mengutip buku "Mama-Papa Wajib Tahu" (2020) oleh Ayu Bulan Febry KD, SKM, MM; Yuni Hermawaty, MPsi; dr. Zulfito Marendra, pemberian ASI pada bayi dapat menstimulasikan dengan lebih sempurna perkembangan koordinasi saraf untuk:

  • Menelan
  • menghisap
  • bernapas.

Baca juga: 20 Pelancar ASI Alami yang Baik Dikonsumsi Ibu Menyusui

5. Mencegah gumoh

Mengutip buku "Mama-Papa Wajib Tahu" (2020) oleh Ayu Bulan Febry KD, SKM, MM; Yuni Hermawaty, MPsi; dr. Zulfito Marendra, bayi yang diberi ASI eksklusif mengalami gumoh lebih sedikit dibandingkan dengan bayi yang minum susu formula.

Gumoh terjadi saat susu yang sudah masuk ke lambung bayi dimuntahkan kembali karena belum bekerjanya otot di ujung kerongkongan untuk menutup jalan masuk makanan ke lambung.

6. Mengurangi risiko penyakit

Mengutip buku "Mama-Papa Wajib Tahu" (2020) oleh Ayu Bulan Febry KD, SKM, MM; Yuni Hermawaty, MPsi; dr. Zulfito Marendra, pemberian ASI pada bayi juga dapat membuat ususnya lebih sehat dari pada bayi yang diberi susu formula.

Kolonisasi bakteri baik pada usus bayi sangat penting untuk perkembangan saluran usus mereka dan pengembangan kekebalan tubuh.

Mengutip Healthline, pemberian ASI pada bayi menghindarkannya dari berbagai penyakit sebagai berikut:

  • Infeksi telinga tengah: bayi yang disusui terutama secara eksklusif dapat melindungi secara jangka panjang dari infeksi telinga tengah, tenggorokan, dan sinus.
  • Infeksi saluran pernapasan: bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dapat melindungi diri dari berbagai penyakit akut saluran pernafasan dan pencernaan.
  • Pilek dan infeksi: bayi yang disusui secara eksklusif selama 6 bulan mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena pilek dan infeksi telinga atau tenggorokan yang serius.
  • Infeksi usus: pemberian ASI dikaitkan dengan pengurangan infeksi usus.
  • Kerusakan jaringan usus: pemberian ASI pada bayi prematur dikaitkan dengan penurunan kejadian enterokolitis nekrotikans (peradangan yang terjadi pada usus besar atau usus halus).
  • Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS): menyusui dikaitkan dengan penurunan risiko SIDS, terutama saat menyusui secara eksklusif.
  • Penyakit alergi: menyusui terkait dengan pengurangan risiko asma, dermatitis atopik, dan eksim.
  • Penyakit usus: bayi yang disusui mungkin lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.
  • Diabetes: menyusui terkait dengan pengurangan risiko diabetes tipe 1 dan diabetes non-insulin-dependent (tipe 2).
  • Leukemia masa kecil: menyusui dikaitkan dengan pengurangan risiko leukemia masa kecil.

Baca juga: 7 Cara Memperbanyak Produksi ASI yang Bisa Dijajal Ibu Menyusui

7. Mencegah penularan HIV

Mengutip buku "Mama-Papa Wajib Tahu" (2020) oleh Ayu Bulan Febry KD, SKM, MM; Yuni Hermawaty, MPsi; dr. Zulfito Marendra, pemberian ASI pada bayi sangat penting juga dilakukan oleh ibu dengan HIV.

Dalam sebuah riset para peneliti menemukan bahwa ASI dari ibu dengan HIV cenderung dapat melindungi bayi dari ancaman virus HIV.

Meskipun masih ada potensi penularan penyakit oleh ibu dengan HIV ke bayinya melalui ASI, kemungkinannya 1 banding 10.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber Healthline
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+