Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Mengatasi Burnout pada Tenaga Kesehatan dengan Resiliensi

Kompas.com - 23/06/2022, 08:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Resiliensi bukanlah sesuatu yang dimiliki individu sejak lahir, melainkan harus dibangun melalui kebiasaan, kemudian diperkuat dan dipelihara.

Adapun beberapa cara berbasis ilmiah untuk mengembangkan atau memperkuat resiliensi di masa-masa sulit, seperti pandemi COVID-19 ini (Bridges, 2020):

1. Foster Wellness (Menjaga Kesehatan) -American Psychological Association (APA)

Menjaga kesehatan secara fisik dengan memperhatikan nutrisi yang tepat, tidur yang cukup, terhidrasi, dan berolahraga secara teratur, dapat membantu mengurangi kecemasan dan depresi, serta memperkuat tubuh untuk beradaptasi dengan stres.

2. Nurture A Positive View of Yourself (Kembangan Pandangan Positif Tentang Diri Anda) -American Psychological Association (APA)

Membangun self-esteem (harga diri) dan self-confidence (kepercayaan diri) pada kemampuan diri Anda dalam memecahkan masalah dapat membantu meningkatkan resiliensi.

3. Practice Self-Compassion -Psychology Today

Meluangkan waktu untuk melepaskan kekecewaan Anda atau beristirahat dari rutinitas Anda, seperti berjalan-jalan di alam dapat membantu untuk memproses pikiran Anda dan melepaskan emosi yang terpendam.

Setelah tenang, teliti beberapa pilihan, dan buka pikiran Anda terhadap semua kemungkinan. Bawa kebaikan untuk diri sendiri dalam menjaga kepercayaan diri Anda tetap utuh selama menghadapi masa-masa sulit yang membantu Anda meningkatkan resiliensi.

4. Make It A Habbit (Jadikan Ini Kebiasaan) -Harvard Health

Harvard T.H. Chan School of Public Health merekomendasikan untuk mengembangkan pemikiran positif, lebih banyak tertawa, dan bersikap optimis untuk membantu membangun resiliensi.

Semakin banyak kebiasaan yang meningkatkan kesehatan fisik dan mental Anda, dapat membantu membangun kepercayaan diri Anda, dan akan membantu Anda melewati saat-saat paling sulit dari rasa sakit dan kesedihan.

*Rintan Fauziyyah Alya, S.Psi, Mahasiswa Program Studi Magister Psikologi, Universitas Tarumanagara
*Dr. Zamralita, M.M., Psikolog dan Dr. Ir. Rita Markus Idulfilastri, M.Psi.T, Dosen Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.