Kompas.com - 29/06/2022, 20:00 WIB

KOMPAS.com - Menopause sering membuat para wanita khawatir karena dapat menyebabkan kualitas seks menurun hingga demensia.

Ketika seorang wanita mengalami henti haid, produksi hormon seks atau estrogen akan turun drastis. Inilah yang menyebabkan berkurangnya gairah dan kualitas di ranjang.

Menopause atau mati haid umumnya terjadi saat wanita memasuki usia 50 tahun.

Namun, menopause atau mati haid bisa saja terjadi pada rentang umur 40 tahunan yang dipicu karena hormon atau kondisi medis seperti pengangkatan rahim (histerektomi).

Baca juga: Haid Tidak Teratur, Apakah Tanda-tanda Menopause?

Menopause dini picu demensia

Menurut penelitian, menopause dini rupanya dapat meningkatkan risiko demensia atau penurunan daya ingat.

Dikutip dari WebMD, penelitian yang dilakukan Dr. Wenting Hao, PhD dkk di Inggris, menyimpulkan bahwa wanita yang memasuki menopause sebelum usia 40 tahun, 35 persen lebih berisiko mengalami demensia.

Terlebih lagi, wanita yang memasuki masa menopause sebelum umur 45 tahun, 1,3 kali lebih mungkin terkena demensia bahkan sebelum menginjak usia 65 tahun.

Hal ini disebabkan karena wanita yang mengalami menopause di usia dini mengalami penurunan estrogen secara drastis. Padahal, estrogen adalah hormon yang bisa mencegah demensia dan alzheimer.

"Estrogen dapat mengaktifkan antioksidan sekuler seperti glutathione sehingga dapat mengurangi ApoE4 atau gen demensia serta alzheimer," tutur Wenting Hao, dilansir dari WebMD.

"Hormon ini juga mencegah pengkristalan plak amyloid (serangkaian protein) di otak," imbuhnya.

Demensia atau pikun akan semakin cepat terjadi apabila seorang wanita juga memiliki penyakit lain, seperti jantung, kolesterol tinggi, dan diabetes.

Baca juga: Apakah Menopause Dini Bisa Sembuh dan Subur Kembali?

Cegah demensia

Kendati demikian, menurut Hao, wanita yang mengalami menopause dini masih punya peluang melawan demensia dan penyakit lainnya.

Berdasarkan penelitian Hao, ada beberapa cara untuk mencegah risiko demensia pada wanita yang mengalami menopause dini, antara lain:

  • Olahraga secara teratur
  • Berpartisipasi pada kegiatan yang menyehatkan mental: meditasi, rekreasi
  • Berhenti merokok
  • Tidak minum alkohol
  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengatur pola makan

Terapi penggantian hormon

Melansir Mayo Clinic, penurunan drastis hormon estrogen pada wanita yang mengalami menopause dini juga dapat diobati dengan terapi penggantian hormon (TPH).

TPH dilakukan untuk menyeimbangkan kadar estrogen dan progesteron selama atau mendekati menopause.

Terapi hormon estrogen ini bisa mencegah demensia, pembekuan darah, stroke, dan kanker payudara.

Selain itu, TPH bermanfaat dalam meringankan gejala menopause yang dapat Anda rasakan, seperti:

  • sering keringat
  • hot flashes
  • kekeringan vagina 
  • gairah seks menurun
  • sulit tidur atau insomnia.

Baca juga: Mengapa Menopause Dapat Menyebabkan Kolesterol Tinggi?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Menopause
Menopause
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.