Kompas.com - 04/07/2022, 06:00 WIB

Apa saja faktor risikonya?

Mengutip Standford Children's Health, ada beberapa keadaan yang membuat bayi prematur Anda memiliki risiko tinggi terkena penyakit paru-paru kronis, yaitu:

  • Seberapa dini bayi itu lahir: bayi yang lahir lebih awal dari minggu ke-30 dalam kehamilan memiliki risiko lebih besar.
  • Berat badan lahir rendah: bayi yang beratnya kurang dari 2 pon (kurang dari 1.000 gram) saat lahir berisiko lebih tinggi.
  • Distres pernapasan bayi: ini adalah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh kurangnya surfaktan. Surfaktan adalah zat di paru-paru yang membantu menjaga kantung udara kecil tetap terbuka.
  • Emfisema interstisial paru (PIE): ini terjadi ketika udara bocor keluar dari saluran udara. Ini bocor ke ruang antara kantung udara kecil paru-paru.
  • Patent ductus arteriosus (PDA): kondisi ini terjadi ketika hubungan antara pembuluh darah jantung dan paru-paru tidak menutup sebagaimana mestinya setelah lahir.
  • Ras dan jenis kelamin: bayi laki-laki kulit putih prematur memiliki risiko terbesar untuk penyakit paru-paru kronis.
  • Infeksi rahim ibu: jika seorang wanita memiliki infeksi yang disebut korioamnionitis selama kehamilan, bayinya berisiko lebih tinggi terkena penyakit paru-paru kronis.
  • Keturunan: riwayat keluarga asma dapat menempatkan bayi pada risiko yang lebih tinggi.
  • Infeksi: mendapatkan infeksi selama atau segera setelah lahir.

Baca juga: Macam-macam Penyakit Paru-paru yang Harus Diwaspadai

Seberapa umum penyakit ini?

Mengutip Verywell Health, penyakit paru-paru kronis terjadi pada sekitar 20 persen bayi yang lahir pada minggu ke-28.

Penyakit ini lebih umum di antara mereka dengan berat badan lahir rendah, mempengaruhi hampir 80 persen bayi yang lahir pada 22-24 minggu.

Untungnya, hanya sedikit bayi yang meninggal karena CLD.

Namun demikian, CLD mengakibatkan gejala saluran napas reaktif dan infeksi berulang, yang dapat menyebabkan beberapa rawat inap selama 2 tahun pertama kehidupan.

Baca juga: 9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.