Kompas.com - 21/07/2022, 15:25 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Pemahaman dasar tentang metabolisme energi adalah yang utama. Semuanya berawal dari sana. Semuanya terkait dengan metabolisme energi. Apapun yang terjadi dengan tubub manusia selalu diawali dengan metabolisme energi. Tepat tidaknya respons tubuh terhadap stimulus dari luar tergantung ketersediaan energi. Energi yang berlebih membuat tubuh seringkali merespons dengan tidak efektif. Sebaliknya kekurangan energi juga mengakibatkan respons yang lemah, tidak adekuat.

Baca juga: 5 Trik untuk Dongrak Metabolisme Tubuh

Ketersediaan energi yang sesuai membuat tubuh terlatih bertindak efisien. Tidak boros juga tidak kekurangan. Hal yang paling jelas terlihat di jaringan saraf. Keberlimpahan glukosa mengakibatkan sintesa asetil kolin juga berlimpah. Asetil kolin adalah neurotransmitter yang berperan dalam proses berfikir. Efektif tidaknya pelepasan asetil kolin tergantung ketersediaan glukosa.

Ada satu komunitas yang menuduh dokter gila jika menghubungkan kelainan diabetes dengan kesehatan mental. Padahal sangat erat hubungan ketersediaan glukosa yang berlebih dengan pembentukan asetilkolin. Pelepasan asetil kolin yang sporadis tentu saja membuat seseorang sulit berkonsentrasi. Sebaliknya pembatasan asupan glukosa ke jaringan saraf memicu terjadinya efisiensi.

Hal inilah yang mendasari pemberian obat anti diabetes untuk penderita gangguan jiwa dan berhasil. Hal itu dilakukan oleh seorang dokter berkebangsaan Filipina di tahun 1950-an. Peristiwa itu tercatat dalam buku jurnal kementerian sains Filipina terbitan tahun 2009.

Penggunaan obat antidiabetes juga saya lakukan terhadap seorang anak yang memiliki gangguan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder). Terbukti anak tersebut menjadi lebih tenang dan mampu berinteraksi positif dengan orang tuanya. Meski hal ini pernah dibantah oleh sahabat saya, seorang psikiater. Namun teori dan bukti terapi membuatnya terdiam.

Hal ini yang menguatkan keyakinan saya akan satu hal. Manusia bukanlah sebuah mesin mekanik. Manusia adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai subsistem yang saling berkaitan. Kaitan yang digerakkan oleh energi.

Energilah yang menghubungkan semua sub sistem tersebut. Energi pula yang menghubungkan sistem yang bernama manusia dengan sistem di atasnya yang lebih besar. Semesta. Salam, semoga menjadi inspirasi hidup sehat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.