Kompas.com - 30/07/2022, 07:34 WIB

KOMPAS.com - Wanita yang mengalami perdarahan menstruasi hebat selama lebih dari 7 hari harus segera ke dokter.

Terlebih, pada kondisi ini seorang wanita dapat panik karena takut darah tembus ke celana atau rok. Selain itu, menstruasi yang berat sering membuat wanita merasa lemas. 

Seorang wanita yang mengalami pendarahan menstruasi yang berat dan berlangsung lama disebut dengan menoragia.

Selain aliran darah yang deras dan lebih dari 1 minggu, seseorang dikatakan mengidap menoragia apabila mengalami gejala berikut:

  • adanya gumpalan darah besar
  • kelelahan dan sesak napas
  • nyeri perut bagian bawah dan panggul yang konstan

Baca juga: 8 Hal yang Bisa Mengganggu Siklus Haid

Perdarahan hebat dan menstruasi yang berlangsung lama tak bisa dianggap remeh. Pasalnya, kondisi tersebut dapat disebabkan karena masalah hormon serta beberapa penyakit seperti:

  • ovulasi tidak lancar atau tertunda
  • fibroid rahim
  • kanker
  • penyakit radang pinggul (PID)
  • adenomiosis
  • alat kontrasepsi non hormonal
  • obat-obatan tertentu

Pengobatan menoragia

Pengobatan untuk menoragia dipilih berdasarkan penyebab yang mendasari kondisi ini.

Selain itu, dokter akan mempertimbangkan usia pasien, kondisi kesehatan, riwayat medis, serta preferensi dan kebutuhan mereka terkait menstruasi.

Dilansir dari Medical News Today, ada dua cara pengobatan menoragia yaitu terapi obat dan pembedahan.

Terapi obat

Ada beberapa terapi obat yang mungkin harus dijalani oleh penderita menoragia, antara lain:

  1. Suplemen zat besi untuk mengobati anemia
  2. Pil KB untuk membuat menstruasi lebih teratur, mengurangi pendarahan, atau menghentikan pendarahan sepenuhnya.
  3. Asam traneksamat (Lysteda), obat resep yang diminum seseorang setiap bulan pada saat pendarahan untuk membantu mengurangi kehilangan darah dalam jumlah besar.
  4. Terapi hormon dengan obat yang mengandung estrogen, progesteron, atau keduanya untuk mengurangi jumlah perdarahan.
  5. Menanam IUD hormonal yang bekerja dengan cara melepas hormon progestin sedikit demi sedikit setiap hari. Alat ini selain dapat mencegah spema masuk, juga membantu mengurangi perdarahan dan kram menstruasi.
  6. Obat-obatan yang membantu mengobati penyebab yang mendasari perdarahan menstruasi yang berat.
  7. Berhenti menggunakan obat-obatan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin. Pasalnya, obat ini dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Baca juga: 3 Penyebab Darah Menstruasi Berbau Amis dan Menyengat

Intervensi bedah

Melansir Informedhealth.org yang juga ditayangkan di NCBI, berikut beberapa prosedur bedah yang dapat diterapkan untuk pasien menoragia.

  1. Dilatase dan kuretase: prosedir pembedahan yang bertujuan mengangkat lapisan lapisan rahim untuk mengurangi perdarahan menstruasi.
  2. Embolisasi arteri uterina: Prosedur ini mengobati fibroid dengan menghalangi arteri yang mensuplai mereka dengan darah.
  3. Histeroskopi operatif: Seorang ahli bedah akan memasukkan kamera kecil ke dalam rahim untuk mengevaluasi lapisan. Jika perlu, mereka akan menghilangkan polip dan lapisan rahim untuk mengurangi aliran menstruasi yang deras.
  4. Focused ultrasound ablation: Prosedur ini menggunakan gelombang ultrasonik untuk mematikan jaringan fibroid.
  5. Miomektomi: Prosedur ini menghilangkan fibroid rahim atau menghentikan pendarahan hebat tanpa mengangkat rahim.
  6. Endometrial ablation: ahli bedah akan menghancurkan lapisan rahim secara permanen untuk menghentikan atau mengurangi perdarahan menstruasi.
  7. Histerektomi : Prosedur pembedahan ini mengangkat rahim, leher rahim, atau ovarium. Kondisi ini dapat menghentikan menstruasi secara total.

Baca juga: Haid Tidak Teratur, Apakah Tanda-tanda Menopause?

Diagnosis menoragia

Anda harus segera menghubungi dokter jika mengalami menstruasi lebih dari 7 hari dengan volume darah yang banyak sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jika kondisi dicurigai sebagai menoragia, dokter akan menanayai perihal gejala serta riwayat medis Anda, serta melakukan pemeriksaan berupa:

  1. Tes darah untuk memeriksa anemia, penyakit tiroid , dan gangguan pembekuan darah.
  2. Pap smear untuk mengevaluasi infeksi serviks, peradangan, dan kanker.
  3. Biopsi endometrium untuk menguji lapisan rahim untuk kelainan seluler dan kanker.
  4. USG untuk mengevaluasi organ panggul, termasuk rahim, leher rahim, dan ovarium.
  5. Sonohysterogram, yang melibatkan penyuntikan cairan ke dalam rahim dan menggunakan ultrasound untuk mengevaluasi kelainan.
  6. histeroskopi dengan memasukkan kamera ke dalam rahim untuk memeriksa lapisan untuk kelainan.

Baca juga: 5 Kondisi Medis Penyebab Kram Menstruasi Terasa Menyakitkan


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Menopause
Menopause
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.