Kompas.com - 05/08/2022, 22:00 WIB

KOMPAS.com - Operasi caesar mungkin tidak memberi banyak trauma di area vagina. Namun, persalinan ini tetap berpotensi membuat wanita ragu-ragu dalam berhubungan seksual.

Keraguan tersebut terbilang wajar. Pasalnya, selama masa postpartum atau nifas, seorang ibu yang melahirkan dengan operasi caesar tetap mengalami perdarahan.

Selain itu, ibu yang bersalin dengan metode operasi caesar juga dibayangi rasa takut karena luka sayatan.

Baca juga: Tak Sekadar Kecilkan Perut, Korset Melahirkan Ini Bantu Sembuhkan Luka Bekas Operasi Caesar

Melansir Healthline, para ibu yang bersalin dengan metode caesar disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum melakukan hubungan seks.

Para ibu juga dapat memperhatikan beberapa tips berikut agar dapat melakukan hubungan seks dengan aman dan nyaman.

1. Menunggu sampai perdarahan vagina selesai

Sama seperti ibu yang melakukan persalinan pervaginam, wanita yang melakukan operasi caesar harus menunggu hingga perdarahan nifas benar-benar sudah berhenti.

Perdarahan vagina setelah melahirkan biasanya berlangsung selama 4–6 minggu. Pada periode tersebut, terjadi perubahan warna darah serta volume yang keluar.

2. Amati kondisi bekas sayatan

Sayatan di perut karena operasi caesar akan ditutup perban selama satu minggu. Setelah itu, luka akan mulai menutup dan kering.

Pastikan luka benar-benar sudah kering sebelum Anda melakukan aktivitas seks dengan pasangan.

Baca juga: Tips Perawatan setelah Operasi Caesar agar Pulih Lebih Cepat

3. Pilih posisi seks yang aman

Luka sayatan saat operasi caesar kadang masih terasa sakit hingga beberapa minggu bahkan bulan pasca persalinan.

Beberapa wanita bahkan mengalami mati rasa atau kesemutan selama berbulan-bulan setelah operasi.

Mengingat adanya sayatan operasi, para pasutri diharuskan mencari posisi seks yang paling tepat. Hal ini bertujuan untuk menghindari tekanan pada area perut.

Umumnya, posisi woman on top terbilang ideal karena wanita punya kendali penuh akan aktivitas seks dan cenderung tidak menekan perut sang ibu.

4. Foreplay dan gunakan pelumas

Ibu yang bersalin dengan metode caesar biasanya juga memiliki kadar hormon estrogen yang rendah. Perubahan hormon ini menghambat produksi pelumas alami. Alhasil, vagina akan terasa kering dan tidak nyaman.

Oleh sebab itu, luangkan waktu untuk melakukan pemanasan non-seksual, seperti pijatan supaya tubuh lebih rileks.

Anda juga dapat menggunakan pelumas untuk mengatasi kekeringan pada vagina.

Baca juga: Apakah Operasi Caesar Menyakitkan? Ini Jawaban Dokter Obgyn

5. Lakukan senam kegel

Senam kegel secara teratur dapat memompa aliran darah ke vagina dan membuat pasutri bisa mencapai klimaks.

Kapan harus ke dokter?

Ibu yang bersalin dengan operasi caesar wajib segera ke dokter setelah hubungan seks, apabila mengalami komplikasi berupa perdarahan di area vagina atau bekas sayatan operasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.