Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/11/2022, 16:31 WIB

KOMPAS.com - Polio adalah salah satu penyakit menular yang bisa berdampak fatal pada anak balita, terutama yang belum diimunisasi polio.

Menurut Kementerian Kesehatan, polio adalah momok kesehatan yang paling ditakuti pada abad ke-20.

Namun, dunia tidak tinggal diam. Sejak 1950an silam, pemberantasan penyakit ini mulai dilakukan di banyak negara.

Baca juga: Kemenkes Tetapkan KLB Polio di Indonesia, Ditemukan 1 Kasus di Aceh

Pada 1988, pemberantasan penyakit ini secara global juga digalakkan. Sasarannya 2,5 miliar anak diimunisasi polio. Dilansir dari Antara, Indonesia telah mendapatkan status bebas polio pada 2014 lalu.

Namun, pada medio 2004-2005 ada Kejadian Luar Biasa polio yang dilaporkan di 47 kota/kabupaten di 10 provinsi. Selain itu, dilaporkan ada 1 kasus polio tipe 2 di Aceh, pada 15 November 2022.

Untuk meningkatkan kewaspadaan pada penyakit ini, kenali apa itu polio, gejala, dan penyebabnya.

Baca juga: Kemenkes: Anak Penderita Polio di Aceh Ototnya Mengecil, Bisa Jalan Meski Tertatih

Apa itu polio?

Dikutip dari SariPediatri, polio adalah penyakit menular yang menyerang saraf dan bisa menyebabkan kelumpuhan, penyusutan otot, sampai kematian dalam hitungan jam.

Kematian karena polio bisa terjadi lantaran otot-otot di organ pernapasan turut lumpuh dan tidak bisa digerakkan.

Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan karena merusak saraf pada sumsum tulang belakang.

Polio bisa menyerang usia berapa pun. Namun, penyakit ini relatif berbahaya bagi anak balita, terutama yang belum diimunisasi polio atau tinggal di daerah dengan cakupan imuniasi polio yang rendah.

Baca juga: Vaksinasi Polio di Aceh Rendah, Kemenkes: Ibu-ibu Takut Anaknya Kena KIPI

Penyebab polio

Penyebab polio berasal dari virus polio. Virus ini tergolong human enterovirus yang berkembang di usus dan dapat dikeluarkan dari tubuh melalui tinja.

Virus penyebab polio terdiri dari 3 strain yaitu strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig), dan strain-3 (Leon), termasuk family Picornaviridae.

Polio bisa menular dari satu penderita ke penderita lainnya lewat kontak erat. Saat penderita polio buang hajat, kotoran BAB-nya yang mengandung virus polioo bisa menyebar di lingkungan sekitarnya, terutama jika sanitasi sekitarnya buruk.

Virus penyebab polio ini dapat menyebar ketika sumber air bersih atau makanan tercemar feses penderita. Selain lewat asupan, virus polio juga bisa menular saat penderita batuk atau bersin.

Baca juga: Kemenkes Tetapkan KLB Polio di Indonesia, Ditemukan 1 Kasus di Aceh

Gejala polio

Kebanyakan atau sekitar 90 persen penderita yang tertular polio tidak merasakan gejala penyakit, atau gejala polio yang dirasakannya relatif ringan dan tidak khas. Beberapa gejala polio yang dilaporkan antara lain:

  • Demam
  • Badan rasanya sangat lelah padahal tidak banyak aktivitas
  • Sakit kepala
  • Muntah
  • Leher kaku
  • Tungkai sakit
  • Otot lemas
  • Kaki, tangan, punggung terasa kaku dan sakit
  • Refleks tubuh hilang atau tubuh tidak dapat digerakkan

Gejala polio biasanya muncul selang tiga sampai enam hari setelah seseorang terpapar virus penyebab polio. Kelumpuhan biasanya terjadi dalam waktu seminggu sampai tiga minggu.

Setelah sembuh dari polio, penderita biasanya masih merasakan gejala penyakit seperti susah bernapas atau menelan, susah konsentrasi, otot lemas, gangguan tidur, mudah lelah, dan penyusutan massa otot.

Tidak ada obat untuk polio. Pengobatan penyakit ini bertujuan untuk mengurangi gejala polio dan mencegah kematian. Selain itu, kelumpuhan polio bersifat menetap atau permanen.

Setelah menyimak apa itu polio, penyebab, dan gejalanya, Anda bisa lebih waspada dengan penyakit ini. Kabar baiknya, penyakit ini bisa dicegah dengan imunisasi polio.

Baca juga: Pemkab Pidie Tetapkan Status KLB untuk Kasus Polio yang Serang Bocah 7 tahun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+