Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Makanan Fermentasi yang Direkomendasikan untuk Penderita Diabetes

Kompas.com - 09/01/2023, 15:30 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

Banyak varietas kombucha yang menambahkan stevia agar rasanya tetap manis, tetapi kandungan gulanya rendah. Ini adalah pilihan yang bagus untuk penderita diabetes.

Baca juga: 11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

  • Kefir

Kefir adalah minuman susu yang difermentasi. Makanan yang direkomendasikan untuk penderita diabetes ini mengandung banyak nutrisi, seperti protein, vitamin D, dan kalsium.

Sebuah penelitian diterbitkan pada Februari 2015 di Iranian Journal of Public Health melakukan uji coba kontrol plasebo double-blind secara acak pada 60 pasien diabetes.

Kelompok yang minum 2,5 cangkir kefir setiap hari mendapat manfaat dari kadar hemoglobin A1C yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Hemoglobin A1C adalah penanda regulasai gula darah.

Baca juga: 14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

  • Sauerkraut

Sauerkraut adalah makanan fermentasi berbahan kubis, bisa hijau atau merah.

Makanan fermentasi ini kaya akan serat, vitamin A, vitamin C, vitamin K, dan vitamin B.

Ini juga merupakan sumber zat besi, tembaga, kalsium, natrium, mangan, dan magnesium.

Namun, sauerkraut bisa jadi tinggi garam dan memengaruhi kandungan asam dalam tubuh Anda.

Jika Anda menderita refluks asam atau penyakit gastroesophageal reflux (GERD), seperti yang dialami banyak penderita diabetes, memilih makanan fermentasi lainnya, seperti kefir, mungkin merupakan pilihan yang lebih baik.

Baca juga: Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

  • Cuka

Ada banyak manfaat makanan fermentasi ini untuk penderita diabetes.

Salah satu manfaat makanan yang direkomendasikan untuk penderita diabetes ini adalah sebagian besar cuka mengandung nol atau sangat sedikit kalori.

Anda juga bisa menambahkan rasa makanan dengan cuka tanpa menambahkan garam ekstra.

Beberapa penelitian menunjukkan itu dapat meningkatkan kontrol indeks glikemik. Indeks glikemik adalah suatu ukuran yang digunakan untuk mengindikasikan seberapa cepat karbohidrat dalam makanan dapat diubah menjadi gula dalam darah.

Sebuah studi yang diterbitkan pada Februari 2010 dalam jurnal Annals of Nutrition and Metabolism, menemukan bahwa mengonsumsi 2 sendok teh cuka dengan makanan berkarbohidrat membantu mencegah peningkatan gula darah setelah makan sebesar 20 persen dibandingkan dengan plasebo.

Manfaat makanan fermentasi untuk penderita diabetes ini juga dapat membantu otot menyerap glukosa dan membantu meningkatkan metabolisme karbohidrat, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada Juni 2015 di Journal of Diabetes Research.

Baca juga: 4 Manfaat Jeruk untuk Mengontrol Gula Darah

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com