Salin Artikel

Apakah Kanker Bisa Menular?

KOMPAS.com - Kita semua tahu bahwa kanker adalah penyakit kronis yang menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak.

Melansir SehatQ, kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia hingga saat ini. Banyak riset membuktikan bahwa jumlah penderita kanker di Indonesia terus mengalami kenaikan.

Namun, banyak orang bertanya-tanya apakah penyakit mematikan ini menular?

Menurut Hello Sehat, tidak ada jenis kanker apa pun yang menular karena penyakit ini terjadi akibat adanya gangguan pertumbuhan pada sel dan akhirnya mengubah sel menjadi sel kanker.

Laman Canadian Cancer Society pun menyebut bahwa tidak ada bukti kontak dekat - termasuk mencium, menyentuh, berhubungan seks, berbagi makanan atau menghirup udara yang sama - dengan penderita kanker akan membuat kita tertular.

Sel kanker seseorang biasanya tidak akan bertahan hidup dalam tubuh orang sehat lain karena sistem kekebalannya akan menghancurkan sel kanker asing.

Namun, kanker bisa menular kepada seseorang dengan dua cara berikut:

1. Transplantasi organ

Dalam kasus yang jarang terjadi, transplantasi organ dari penderita kanker dapat menyebabkan kanker pada orang yang mendapatkan organ tersebut.

Ini terjadi karena orang yang mendapat transplantasi organ harus minum obat yang melemahkan sistem kekebalan tubuh mereka.

Obat tersebut menghentikan sistem kekebalan tubuh yang menyerang organ transplantasi.

Namun, penularan tersebut bisa juga terjadi karena sel-sel kanker yang ditransplantasikan masih bertahan hidup.

2. Persalinan

Mengalami kanker selama kehamilan dapat menjadi risiko kesehatan sang bayi, tetapi kasus ini jarang terjadi.

Hanya ada satu studi yang menunjukkan bahwa sel kanker dapat ditularkan dari wanita hamil ke bayinya, yang kemungkinan meningkatkan risiko bayi terkena kanker serupa.

Meskipun kanker tidak menular, bakteri dan virus tertentu yang dapat meningkatkan risiko penularan kanker.

Bakteri dan virus ini dapat ditularkan melalui ciuman, sentuhan, berhubungan seks atau berbagi makanan.

Infeksi yang tingkatkan faktor risiko kanker

Melansir Healthline, berikut beberapa kondisi infeksi yang telah terbukti meningkatkan risiko kanker tertentu:

- Human papillomavirus (HPV)

HPV adalah infeksi menular seksual (IMS) yang dianggap sebagai penyebab utama kanker serviks. Dua jenis HPV, yaitu tipe 16 dan 18, dapat meningkatkan risiko kanker serviks hingga 70 persen.

- Hepatitis B dan C

Hepatitis B dan hepatitis C adalah virus yang dapat menginfeksi hati dan menyebabkan kerusakan hati.

Keduanya bisa sembuh tanpa perawatan. Tetapi dalam beberapa kasus, infeksi dapat menjadi kronis dan meningkatkan risiko kanker hati.

- Human immunodeficiency virus (HIV)

HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh dari waktu ke waktu. Pada akhirnya, kita lebih rentan terhadap kanker karena sel darah putih yang dikenal sebagai sel T kehilangan kemampuannya untuk melawan sel kanker.

- Virus Epstein-Barr (EBV)

Umumnya dikenal oleh "penyakit ciuman" yang keliru, EBV mengandung protein yang disebut BNRF1 yang dapat merusak sel-sel di hidung dan mulut sehingga meningkatkan risiko kanker nasofaring.

- Helicobacter (H.) pylori

H. pylori adalah bakteri usus yang dapat menyebabkan tukak lambung jika tumbuh di luar kendali.

Bakteri ini juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker lambung atau kanker usus.

Faktor risiko kanker secara genetik

Kita juga bisa menderita kanker saat memiliki orangtua atau riwayat kelaurga yang pernah terkena kanker.

Menurut laman Healthline, keluarga atau orangtua dapat mewariskan gen yang dapat meningkatkan risiko mengembangkan jenis kanker tertentu, yang disebut kanker herediter.

Gen-gen yang berperan pada pertumbuhan kanker antara lain:

- Gen penekan tumor

Gen-gen ini bertanggung jawab untuk menjaga sel agar tidak tumbuh di luar kendali. Jika bermutasi, gen tersebut dapat menyebabkan tumor terbentuk.

Contohnya termasuk p53, Rb, dan APC.

- Gen perbaikan DNA

Gen-gen ini membantu memperbaiki kesalahan DNA sebelum sel membelah.

Jika gen ini bermutasi, mereka tidak dapat mencegah kesalahan DNA menyebar, memungkinkan sel kanker untuk berkembang dan tumbuh di luar kendali.

Ingatlah bahwa memiliki gen-gen ini tidak berarti kita pasti akan terkena kanker. Seperti banyak gen lainnya, gen-gen ini dipengaruhi oleh berbagai faktor.

https://health.kompas.com/read/2020/02/04/180000468/apakah-kanker-bisa-menular-

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Health
Impotensi

Impotensi

Penyakit
5 Obat Prostat dan Fungsinya

5 Obat Prostat dan Fungsinya

Health
Meningitis

Meningitis

Penyakit
6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

Health
Acrophobia

Acrophobia

Penyakit
Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Health
Kondrosarkoma

Kondrosarkoma

Penyakit
6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

Health
Rinitis Alergi

Rinitis Alergi

Penyakit
4 Penyakit Hati yang Harus Diwaspadai

4 Penyakit Hati yang Harus Diwaspadai

Health
Palpitasi Jantung

Palpitasi Jantung

Penyakit
Waspadai, Sering Stres Biisa Turunkan Daya Ingat

Waspadai, Sering Stres Biisa Turunkan Daya Ingat

Health
Rahim Ganda

Rahim Ganda

Penyakit
10 Tanda Depresi yang Sering Kali Tidak Disadari

10 Tanda Depresi yang Sering Kali Tidak Disadari

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.