Salin Artikel

11 Cara Mengatasi Mual Saat Hamil

KOMPAS.com – Mual menjadi keluhan yang paling sering dialami ibu hamil.

Saking rutinnya terjadi, mual sudah menjadi semacam indikator kehamilan meski sebenarnya tidak semua wanita hamil akan mengalaminya.

Pada trimester pertama kehamilan, ibu hamil memang sangat wajar mengalami sensasi mual dan muntah, terlebih pada pagi hari.

Oleh sebab itu, gejala mual dan muntah ini juga sering kali disebut sebagai morning sickness.

Penyebab mual saat hamil

Melansir Buku Tetap Bugar dan Energik Selama Hamil (2010) oleh dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., PhD., Sp.OG (K) & Harry Freitag, S.Gz, Dietisien, mual dan muntah wajar terjadi pada wanita hamil.

Kondisi tersebut paling mungkin terjadi akibat adanya perubahan hormon.

Hormon β-HCG (Beta Human Chorionic Gonadotropin) yang meningkat bisa menyebabkan ketidakseimbangan pada tubuh, termasuk sistem pencernaan.

Ketidakseimbangan sistem pencernaan ini akan berdampak salah satunya pada perubahan respon terhadap rangsangan dari luar.

Seseorang yang semula tidak peka terhadap bau tertentu, akhirnya menjadi lebih mudah terangsang dan menyebabkan mual dan bahkan muntah.

Kondisi ini biasanya hanya terjadi pada awal minggu kehamilan karena hormon β-HCG meningkat dalam waktu 60 hari sejak terjadinya pembuahan.

Setelah 60 hari, kadar hormon β-HCG akan turun dan gejalannya akan berkurang dengan sendirinya.

Cara mengatasi mual saat hamil

Melansir Buku Enjoy Your Pregnancy, Moms! (2012) oleh Ana Wardatul Jannah, Am.Ked dan dr. Widja Widajaka, Sp.OG, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh para wanita untuk mengatasi mual saat hamil.

Berikut ini yang disarankan:

Kapan harus ke dokter akibat mual saat hamil?

Meski mual saat hamil terbilang wajar, kondisi ini tetap harus diwaspadai apalagisampai berlangsung hingga melewati trimester pertama kehamilan atau ibu hamil sama sekali tidak bisa makan, sehingga mengalami kekurangan cairan dan sama sekali tidak bisa beraktivitas.

Apabila hal ini terjadi, ibu hamil bisa dikatakan mengalami mual dan muntah yang tidak sederhana.

Maka, segera konsultasikan kepada dokter. Tak perlu khawatir jika dokter akan mengambil keputusan lebih baik ibu hamil dirawat.

Pilihan itu tentu demi kebaikan ibu hamil dan janin.

Dampak buruk dari mual dan muntah yang dapat memengaruhi kondisi kandungan adalah jika ibu hamil mengalami hyperemesis.

Gejala hyperemesis, yakni ibu hamil muntah-muntah lebih dari 10 kali dalam satu hari, sehingga ibu hamil mengalami kekurangan cairan dan energi.

Kondisi ini retan mengganggu kenyamanan ibu dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, jika mengalami hiperemesis, ibu hamil biasanya harus dirawat di rumah sakit.

Kondisi kekurangan kalori dapat menyebabkan ukuran bayi menjadi kecil atau yang biasa disebut intrauterine growth retardation atau janin tumbuh lambat.

Kondisi tersebut murni terjadi akibat kekurangan cairan dan zat gizi, bukan dampak dari mual dan muntah secara langsung.

Dengan demikian, mual saat hamil atau morning sickness dapat dikatakan normal jika mual yang terjadi tidak disertai muntah yang terus-terusan.

Sementara itu, gejala mual pada ibu hamil biasanya akan semakin berat pada mereka yang mengandung anak kembar. Pasalnya, kadar hormon β-HCGyang dihasilkan ibu hamil kembar lebih tinggi daripada wanita yang hamil janin tunggal.

Selain itu, peningkatan hormon β-HCGjuga dapat terjadi pada wanita yang mengalami hamil anggur (mola hidatidosa).

Tak hanya itu, gejala mual saat hamil lebih sering juga terjadi pada wanita yang memiliki faktor risiko berikut:

  • Hamil pertama
  • Usia muda
  • Perokok
  • Berat badan lebih dari 77 kg

https://health.kompas.com/read/2020/06/30/090000468/11-cara-mengatasi-mual-saat-hamil

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Health
Impotensi

Impotensi

Penyakit
5 Obat Prostat dan Fungsinya

5 Obat Prostat dan Fungsinya

Health
Meningitis

Meningitis

Penyakit
6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

Health
Acrophobia

Acrophobia

Penyakit
Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Health
Kondrosarkoma

Kondrosarkoma

Penyakit
6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

Health
Rinitis Alergi

Rinitis Alergi

Penyakit
4 Penyakit Hati yang Harus Diwaspadai

4 Penyakit Hati yang Harus Diwaspadai

Health
Palpitasi Jantung

Palpitasi Jantung

Penyakit
Waspadai, Sering Stres Biisa Turunkan Daya Ingat

Waspadai, Sering Stres Biisa Turunkan Daya Ingat

Health
Rahim Ganda

Rahim Ganda

Penyakit
10 Tanda Depresi yang Sering Kali Tidak Disadari

10 Tanda Depresi yang Sering Kali Tidak Disadari

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.