Salin Artikel

Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

Selama beberapa bulan menjalankan WFH saat pandemi Covid-19, sejumlah pekerja rentan mengalami stres.

Berupaya tetap menjalankan tanggung jawab pekerjaan sekaligus mengurusi tugas domestik di masa sulit seperti pandemi corona memang bukan perkara yang mudah.

"Pandemi membuat segala sesuatunya menjadi lebih rumit. Wajar jika saat WFH Anda mengalami stres," ujar psikolog Susan Albers PsyD, seperti dilansir Cleveland Clinic (3/8/2020).

Menurut Dr. Albers, banyak pekerja yang menjalankan WFH merasa kewalahan menghadapi kondisi krisis kesehatan yang serba tidak menentu ini.

"Memang sulit hanya bekerja dan melanjutkan hidup tanpa melihat kondisi dunia luar saat ini," jelas dia.

Kendati kerja dari rumah semasa pandemi Covid-19 cukup menantang bagi sebagian orang, namun Dr. Albers menyebut sejumlah penyesuaian bisa memperbaiki keadaan.

Ia pun membagikan tips bagi pekerja WFH agar kesehatan mental tetap terjaga. Berikut beberapa di antaranya:

Ketika berangkat bekerja ke kantor, praktis pekerja langsung mengalihkan perhatiannya dari tugas rumah tangga dan bersiap menjalankan pekerjaannya.

Sementara itu, saat WFH orang tidak serta-merta meninggalkan urusan rumah tangganya karena masih berada di rumah.

Sebagai solusinya, Dr. Albers menyarankan agar Anda menyiapkan tempat khusus untuk bekerja.

Siapkan meja atau sudut khusus di rumah yang hanya digunakan untuk bekerja. Bekerja dari kamar tidur atau sofa ruang keluarga bikin susah fokus.

Selain itu, Dr. Albers juga menyarankan agar Anda disiplin membangun rutinitas laiknya mengantor dan menyiapkan transisinya.

Sebelum atau setelah bekerja, pastikan Anda memberikan waktu jeda istirahat setidaknya lima menit untuk menyiapkan mental menghadapi tugas rumah tangga lainnya.

Anda bisa menyetel musik, jalan-jalan di dalam rumah, atau melakukan sesuatu yang bisa membuat mental beristirahat sejenak.

Hanya menatap layar dapat membuat mental lelah. Pasalnya, berkomunikasi lewat video membuat otak harus bekerja lebh keras untuk mengartikan komunikasi nonverbal lewat layar.

Agar tidak merasa lelah akut, istirahatkan fisik dan mental secara berkala.

Anda bisa beranjak dari tempat duduk dan melakukan peregangan ringan sekaligus mengistirahatkan mata dan pikiran.

Anda juga bisa menerapkan aturan 20 20 20 atau setiap 20 menit, berikan jeda pada mata untuk melihat objek sejauh 20 kaki (6 meter), selama 20 detik.

Sosialisasi yang biasanya dilakukan di sela-sela istirahat, kini praktis lebih jarang dilakukan.

Agar tetap terhubung dengan rekan kerja, jadwalnya mengobrol ringan di luar jam kerja. Bisa sekadar bertegur sapa lewat pesan teks atau via video.

Akibatnya, beberapa orang berat badannya jadi bertambah dan jadi kurang percaya diri.

Untuk menyiasati masalah gangguan makan ini, Anda bisa mencoba mengemas makan siang berikut camilannya seperti rutinitas saat mengantor.

Selain itu, terapkan juga disiplin jam makan seperti saat mengantor sebelum WFH.

Akibatnya, pekerjaan yang seharusnya bisa rampung lebih cepat, baru bisa kelar pada tengah malam.

Selain tidak sehat karena mengganggu waktu tidur, menunda-nunda pekerjaan dan berakhir begadang juga bisa bikin makin stres.

Untuk itu, dorong diri sendiri lebih disiplin seperti saat masih mengantor biasanya. Buat jadwal dan patuhi jadwal yang sudah disusun tersebut.

Cucian menumpuk, bunga layu belum disiram, anak rewel, rumah berantakan, dan beragam persoalan lain sangat menggiurkan untuk diselesaikan di jam kerja.

Sebagai solusi untuk menjaga pikiran tetap fokus, coba kenakan headphone selama bekerja.

Bila perlu, Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi pengatur waktu dan memblokir akses media sosial selama jam kerja.

https://health.kompas.com/read/2020/08/10/073700068/tips-cegah-stres-saat-wfh-di-masa-pandemi-covid-19

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.