Salin Artikel

Gejala Fatty Liver dan Penyebabnya

Lemak yang terlalu banyak menumpuk di liver bisa menyebabkan peradangan, merusak organ, sampai menimbulkan jaringan parut (sirosis) hati.

Apabila tidak ditangani, fatty liver lambat laun bisa menyebabkan organ liver tidak bisa berfungsi lagi.

Seperti diketahui, liver adalah organ terbesar kedua di tubuh. Organ ini membantu memproses nutrisi asupan yang dikonsumsi, sampai menyaring zat berbahaya dari darah.

Perlemakan hati atau fatty liver kini menjadi masalah kesehatan yang banyak menjangkiti orang dari segala penjuru dunia.

Berikut gejala fatty liver dan penyebabnya yang perlu diwaspadai.

Gejala fatty liver

Beberapa orang tidak merasakan gejala fatty liver saat awal organ hatinya bermasalah.

Penderita hanya sesekali merasakan sakit perut bagian atas atau rasa tidak nyaman di bagian organ hati tersebut.

Kebanyakan orang baru bisa merasakan gejala fatty liver saat mengalami komplikasi seperti sirosis atau fibrosis hati.

Melansir Healthline, beberapa gejala fatty liver saat mulai ada komplikasi di antaranya:

  • Tidak berselera makan
  • Berat badan turun tanpa sebab jelas
  • Badan terasa lemah dan lesu
  • Mimisan
  • Kulit gatal-gatal
  • Kulit dan bagian mata yang puting menguning
  • Jaringan pembuluh darah mirip jaring laba-laba di kulit jadi terlihat kentara
  • Sakit perut di bagian kanan atas
  • Perut bengkak
  • Kaki bengkak
  • Payudara pria membesar
  • Linglung atau bingung

Jika Anda mengalami beberapa komplikasi gejala fatty liver di atas, segera periksakan diri ke dokter.

Penyebab fatty liver

Penyebab fatty liver yakni produksi lemak di tubuh terlalu banyak. Penyakit ini juga bisa terjadi saat metabolisme lemak di tubuh tidak berjalan optimal.

Melansir Cleveland Clinic, terdapat dua jenis penyakit fatty liver.

Pertama, fatty liver alkoholik karena terlalu banyak minum minuman beralkohol.

Kedua, jenis fatty liver nonalkoholik yang penyebabnya tidak dipicu konsumsi alkohol .

Beberapa faktor yang bisa berperan jadi penyebab fatty liver nonalkoholik di antaranya:

Penyakit fatty liver bisa dideteksi lewat pemeriksaan fisik dan tes kesehatan.

Dokter umumnya akan memeriksa kondisi liver dengan menekan perut atau melihat kondisi perut apakah bengkak atau masih mormal.

Selain itu, fatty liver juga bisa dideteksi lewat pemeriksaan darah tes alanine aminotransferase (ALT) dan aspartate aminotransferase test (AST) untuk memeriksa enzim hati.

Enzim hati yang meningkat bisa jadi tanda peradangan hati. Penyakit fatty liver adalah salah satu penyebab peradangan hati, tetapi penyakit ini bukan satu-satunya biang peradangan hati.

Jika ada tanda peningkatan enzim hati, dokter biasanya merekomendasikan tes tambahan untuk memeriksa liver seperti USG, CT scan, pemindaian MRI, sampai biopsi liver.

https://health.kompas.com/read/2020/10/19/193700968/gejala-fatty-liver-dan-penyebabnya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.