Salin Artikel

9 Cara Mengobati Batuk Secara Alami

KOMPAS.com – Ada beragam cara mengobati batuk yang bisa dipertimbangkan untuk meredakan ketidaknyamanan ini.

Batuk sebenarnya bukanlah suatu penyakit. Batuk adalah mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan untuk membersihkan iritasi dan infeksi.

Namun, batuk yang terjadi terus-terusan memang bisa sangat mengganggu. Kondisi ini juga bisa menunjukkan gejala dari sejumlah kondisi, seperti alergi, infeksi virus, atau infeksi bakteri.

Perawatan terbaik untuk batuk akan tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Terkadang, batuk bahkan bukan karena alasan apa pun yang terkait dengan paru-paru. Misalnya, refluks asam lambung bisa jadi penyebab batuk.

Anda dapat mengobati batuk karena pilek, alergi, dan infeksi sinus dengan sejumlah obat bebas. Sementara infeksi bakteri akan membutuhkan antibiotik.

Selain memanfaatkan obat kimia, Anda sah-sah saja bertanya kepada dokter tentang pilihan cara mengobati batuk lainnya.

Berikut ini adalah beberapa cara mengobati batuk secara alami yang dapat dipertimbangkan:

1. Minum teh madu

Dilansir dari Medical News Today, menurut beberapa penelitian, madu dapat meredakan batuk.

Sebuah studi tentang pengobatan untuk batuk malam hari pada anak-anak membandingkan madu hitam dengan obat penekan batuk dekstrometorfan dan tanpa pengobatan.

Para peneliti melaporkan bahwa madu memberikan bantuan paling signifikan dari keluhan batuk, kemudian diikuti oleh dekstrometorfan.

Berikut cara mengobati batuk secara alami dengan madu yang bisa diikuti:

  • Campurkan 2 sendok teh madu dengan air hangat atau teh herbal
  • Minum seduhan madu ini sekali atau dua kali sehari

Ingatlah bahwa jangan berikan madu kepada anak di bawah usia 1 tahun.

2. Gunakan jahe

Jahe diyakini dapat meredakan batuk kering atau asma, karena memiliki sifat anti-inflamasi. Ini juga dapat meredakan mual dan nyeri.

Sebuah studi menunjukkan bahwa beberapa senyawa anti-inflamasi dalam jahe dapat mengendurkan selaput di saluran udara. Reaksi ini dapat mengurangi batuk.

Berikut cara mengatasi batuk secara alami dengan jahe yang bisa dipertimbangkan:

  • Siapkan 20–40 gram irisan jahe segar
  • Masukkan irisan jahe ke air panas atau teh herbal
  • Biarkan selama beberapa menit sebelum diminum
  • Tambahkan madu atau sari lemon untuk meningkatkan rasa dan lebih menenangkan batuk

Ketahuilah bahwa dalam beberapa kasus, wedang jahe dapat menyebabkan sakit perut atau heartburn. Jika Anda ingin mengonsumsinya, sebaiknya dilakukan secara perlahan sedikit demi sedikit.

3. Jaga tubuh tetap terhidrasi

Tetap terhidrasi sangat penting bagi Anda saat mengalami batuk atau pilek.

Penelitian menunjukkan bahwa minum cairan pada suhu kamar dapat meredakan batuk, pilek, dan bersin.

Namun, orang dengan gejala pilek atau flu dapat mengambil manfaat tambahan dari minum air hangat.

Sebuah studi melaporkan bahwa minuman panas bisa mengurangi lebih banyak gejala, termasuk sakit tenggorokan, badan menggigil, dan kelelahan.

Beberapa pilihan minuman panas yang mungkin bisa bermanfaat dalam mengobati batuk termasuk:

  • Teh herbal
  • Teh hitam tanpa kafein
  • Air hangat biasa
  • Jus buah hangat

4. Lakukan penguapan

Batuk basah, yang menghasilkan lendir atau dahak, dapat membaik dengan penguapan.

Untuk melakukan ini, cobalah mandi dengan air panas, biarkan kamar mandi terisi dengan uap.

Kemudian, coba tetap dalam ruangan selama beberapa menit sampai gejala mereda.

Minumlah segelas air setelahnya untuk mendinginkan tubuh dan mencegah dehidrasi.

Sebagai alternatif, buat mangkuk uap. Untuk melakukan ini, isi mangkuk besar dengan air panas.

Tambahkan herbal atau minyak esensial, seperti kayu putih atau rosemary yang juga dapat meredakan dekongestan.

Arahkan wajah di atas mangkuk dan letakkan handuk di atas kepala. Ini akan menjebak uap. Hirup uapnya selama 5 menit.

Jika uap terasa panas di kulit, hentikan sampai kulit mendingin.

Orang dengan batuk basah atau sesak dada mungkin juga ingin mengikuti rekomendasi dari National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) untuk menggunakan humidifier atau alat penguap uap di rumah.

5. Berkumur dengan air asin

Air asin adalah salah satu obat batuk yang paling efektif untuk mengobati sakit tenggorokan dan batuk basah.

Air garam dapat mengurangi dahak dan lendir di bagian belakang tenggorokan yang dapat mengurangi “keinginan” untuk batuk.

Aduk setengah sendok teh garam ke dalam secangkir air hangat sampai larut.

Biarkan larutan agak dingin sebelum digunakan untuk berkumur.

Biarkan campuran itu singgah di belakang tenggorokan selama beberapa saat sebelum dimuntahkan.

Berkumurlah dengan air garam beberapa kali setiap hari sampai batuk membaik.

Hindari memberikan air garam kepada anak kecil karena mereka mungkin tidak dapat berkumur dengan benar, dan menelan air garam bisa berbahaya.

6. Manfaatkan nanas

Bromelain adalah enzim yang berasal dari nanas. Enzim ini paling berlimpah di inti buah.

Bromelain memiliki sifat anti-inflamasi dan mungkin juga memiliki sifat mukolitik, yang berarti dapat memecah lendir dan mengeluarkannya dari tubuh.

Beberapa orang minum jus nanas setiap hari untuk mengurangi lendir di tenggorokan dan menekan batuk. Namun, mungkin tidak ada cukup bromelain dalam jus untuk meredakan gejala.

Suplemen bromelain tersedia dan mungkin lebih efektif untuk meredakan batuk. Namun, yang terbaik adalah berbicara dengan dokter sebelum mencoba suplemen baru.

Ketahui juga bahwa ada kemungkinan seseorang memiliki alergi terhadap bromelain, dan ramuan ini bisa juga menyebabkan efek samping dan berinteraksi dengan obat-obatan kimia.

Orang yang menggunakan pengencer darah atau antibiotik tertentu tidak boleh mengonsumsi bromelain.

7. Manfaatkan thyme

Thyme memiliki kegunaan kuliner dan obat-obatan dan merupakan obat umum untuk batuk, sakit tenggorokan, bronkitis, dan masalah pencernaan.

Sebuah studi menemukan bahwa sirup obat batuk yang terdiri dari daun thyme dan ivy dapat meredakan batuk lebih efektif dan lebih cepat daripada sirup plasebo pada orang dengan bronkitis akut.

Antioksidan dalam tanaman mungkin bertanggung jawab atas manfaat thyme dalam mengobati batuk.

Untuk mengobati batuk menggunakan thyme, buat teh thyme dengan menambahkan 2 sendok teh thyme kering ke dalam secangkir air panas. Diamkan selama 10 menit sebelum disaring dan diminum.

8. Perubahan pola makan untuk refluks asam lambung

Refluks asam lambung adalah penyebab umum batuk.

Merangkum Health Line, menghindari makanan yang dapat memicu refluks asam lambung adalah salah satu cara terbaik untuk mengelola kondisi ini dan mengurangi batuk yang menyertainya.

Masing-masing orang mungkin memiliki pemicu refluks asam lambung yang berbeda yang harus mereka hindari.

Orang yang tidak yakin apa yang menyebabkan refluks asam lambung mereka dapat memulai dengan menghilangkan pemicu paling umum dari diet mereka dan memantau gejalanya.

Makanan dan minuman yang paling sering memicu refluks asam lambung meliputi:

9. Konsumsi probiotik

Probiotik mungkin tidak secara langsung dapat meredakan batuk. Tetapi, zat ini dapat meningkatkan sistem kekebalan dengan menyeimbangkan bakteri di usus.

Sistem kekebalan yang unggul dapat membantu melawan infeksi atau alergen yang mungkin menyebabkan batuk.

Salah satu jenis probiotik, bakteri yang disebut Lactobacillus dipercaya bisa memberikan manfaat sederhana dalam mencegah flu biasa.

Suplemen yang mengandung Lactobacillus dan probiotik lain sering kali tersedia di toko kesehatan dan toko obat.

Beberapa makanan juga secara alami kaya akan probiotik, antara lain:

  • Sup miso
  • Yogurt alami
  • Kimchi

Namun, jumlah dan keragaman unit probiotik dalam makanan dapat sangat bervariasi. Mungkin yang terbaik adalah mengonsumsi suplemen probiotik selain makan makanan kaya probiotik.

https://health.kompas.com/read/2021/06/19/120100768/9-cara-mengobati-batuk-secara-alami

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iritabilitas
Iritabilitas
PENYAKIT
Batu Ginjal
Batu Ginjal
PENYAKIT
Sakit Lutut
Sakit Lutut
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

Health
Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Health
Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Health
Impotensi

Impotensi

Penyakit
5 Obat Prostat dan Fungsinya

5 Obat Prostat dan Fungsinya

Health
Meningitis

Meningitis

Penyakit
6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

Health
Acrophobia

Acrophobia

Penyakit
Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Health
Kondrosarkoma

Kondrosarkoma

Penyakit
6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.