Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Memahami Efek Alkohol Pada Ginjal

KOMPAS.com - Minum alkohol secara berlebihan dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan, salah satunya gangguan ginjal.

Alkohol pertama kali dicerna tubuh di lambung. Beberapa orang memiliki enzim lambung yang dapat memecah alkohol.

Enzim ini membantu mengalihkan sebagian alkohol agar tidak masuk ke aliran darah. Enzim tersebut dikenal dengan nama alkohol dehydrogenase (ADH) dan aldehyde dehydrogenase (ALDH).

Sayangnya, tidak semua orang memiliki enzim tersebut. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita cenderung memiliki tingkat ADH yang lebih rendah daripada pria," kata ahli hepatologi Jamile Wakim-Fleming.

Setelah itu, alkohol akan dicerna di hati. Hati melakukan tugas berat saat memproses alkohol.

Setelah alkohol melewati lambung, usus kecil, dan aliran darah, hati mulai membersihkannya untuk menghilangkan sekitar 90 persen alkohol dari darah. Sisa alkohol kemudian keluar melalui ginjal, paru-paru, dan kulit.

Sayangnya, proses tubuh mencerna alkohol tidak selalu berjalan lancar dan bisa memicu gangguan pada organ tubuh, salah satunya ginjal.

Efek Alkohol Pada Ginjal

Ginjal memiliki peran penting bagi tubu. Organ ini bertugas menyaring limbah dari darah, mengatur keseimbangan air dan mineral dalam tubuh Anda dan menghasilkan hormon.

Ketika mengonsumsi banyak alkohol, ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaringnya.

Dalam kasus yang jarang terjadi, pesta minuman keras –minum alkohol berlebihan dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba yang disebut cedera ginjal akut.

Ginjal memiliki peran penting bagi tubuH. Organ ini bertugas menyaring limbah dari darah, mengatur keseimbangan air dan mineral dalam tubuh Anda dan menghasilkan hormon.

Ketika mengonsumsi banyak alkohol, ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaringnya.

Dalam kasus yang jarang terjadi, pesta minuman keras –minum alkohol berlebihan dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba yang disebut cedera ginjal akut.

Kondisi serius ini terjadi ketika racun dari alkohol menumpuk di darah begitu cepat sehingga ginjal tidak dapat menjaga keseimbangan cairan yang tepat.

Hal ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis. Minum alkohol secara teratur dan berat juga bisa berbahaya bagi ginjal Anda dari waktu ke waktu.

Menurut National Kidney Foundation AS, minum alkohol terlalu sering dapat melipatgandakan risiko penyakit ginjal kronis.

Risikonya bahkan lebih tinggi pada orang yang banyak minum dan juga merokok.

Minum alkohol terlalu banyak juga memiliki efek tidak langsung pada kesehatan ginjal.

“Jika Anda memiliki satu bagian tubuh yang tidak seimbang, itu dapat menyebabkan masalah di banyak bagian tubuh lainnya,” ucap Bobart.

Minum banyak dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2.

Kedua kondisi tersebut adalah penyebab paling umum dari penyakit ginjal kronis.

Minum alkohol berlebihan juga menjadi penyebab utama penyakit hati.

Ketika hati Anda tidak berfungsi dengan baik, hal itu dapat mengganggu aliran darah ke ginjal Anda.

https://health.kompas.com/read/2021/06/24/133100168/memahami-efek-alkohol-pada-ginjal

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+