Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

4 Penyebab Nyeri Dada pada Ibu Hamil

KOMPAS.com - Kehamilan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit di banyak bagian tubuh.

Ketika sensasi ini terjadi di dada, penyebabnya sering kali adalah tekanan dari janin yang sedang tumbuh, refluks asam, atau masalah lain yang relatif tidak berbahaya.

Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, nyeri dada ini dapat disebabkan oleh masalah kardiovaskular atau komplikasi kehamilan.

Banyak wanita mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan selama kehamilan, dan beberapa dari sensasi ini dapat mencerminkan gejala kondisi jantung. 

Dilansir dari Medical News Today, berikut ini beberapa penyebab nyeri dada saat hamil.

1. Maag

Ketika seseorang makan, katup antara kerongkongan dan perut terbuka untuk membiarkan makanan masuk ke perut.

Katup ini disebut sfingter esofagus.

Ketika seseorang tidak makan, sfingter esofagus biasanya menutup untuk menghentikan makanan yang dicerna sebagian dan asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

Jika ini terjadi, masalahnya disebut refluks asam.

Selama kehamilan, peningkatan kadar hormon progesteron menyebabkan sfingter esofagus berelaksasi, meningkatkan risiko refluks asam.

Refluks asam dapat menyebabkan hearburn, yakni sensasi terbakar di tenggorokan atau mulut yang umum terjadi setelah makan, terutama ketika orang tersebut berbaring setelah makan.

Strategi berikut dapat membantu mencegah mulas:

  • menghindari makanan pedas atau berminyak
  • makan makanan kecil
  • tetap tegak lebih lama setelah makan

2. Pertumbuhan rahim dan janin

Saat janin dan rahim tumbuh, kondisi ini meningkatkan tekanan pada organ di sekitarnya, termasuk paru-paru dan perut.

Tekanan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan nyeri di dada, biasanya selama trimester kedua dan ketiga.

Peningkatan tekanan di rongga dada juga dapat menyebabkan:

3. Preeklamsia

Nyeri dada dan bahu selama kehamilan dapat mengindikasikan komplikasi serius yang disebut preeklamsia.

Hal ini terkadang bisa berakibat fatal bagi ibu dan janin.

Tanda dan gejala umum preeklamsia meliputi:

  • tekanan darah tinggi
  • sakit kepala terus-menerus
  • heartburn yang tidak sembuh dengan perubahan gaya hidup atau obat antasida
  • nyeri di perut bagian atas, di sisi kanan, atau di bawah tulang rusuk
  • bengkak di tangan dan wajah
  • kenaikan berat badan secara tiba-tiba
  • gangguan penglihatan
  • protein dalam urine

Preeklamsia biasanya hilang begitu bayi lahir.

Namun, pada beberapa wanita, preeklamsia berlanjut setelah kehamilan atau dimulai setelah mereka melahirkan.

4. Penyakit jantung atau serangan jantung

Penyebab nyeri dada yang relatif jarang selama kehamilan adalah serangan jantung.

Selama kehamilan volume darah dalam tubuh meningkat untuk menampung janin yang sedang tumbuh.

Untuk memompa darah ekstra secara efisien, detak jantung wanita meningkat, dan tekanan tambahan ini menyebabkan risiko serangan jantung yang lebih tinggi.

Sebuah studi yang terbit tahun 2018 menyelidiki kejadian serangan jantung di antara wanita di Amerika Serikat yang tinggal di rumah sakit karena komplikasi kehamilan atau periode penyesuaian sesudahnya.

Serangan jantung terjadi pada 8,1 dari setiap 100.000 wanita ini.

Wanita yang memiliki penyakit jantung atau kondisi jantung yang sudah ada sebelumnya memiliki peningkatan risiko serangan jantung selama kehamilan.

Gejala-gejala berikut dapat mengindikasikan penyakit jantung:

  • nyeri dada
  • detak jantung yang cepat
  • batuk kronis
  • kesulitan bernapas yang ekstrem
  • kelelahan ekstrim
  • pembengkakan ekstrim atau penambahan berat badan
  • pingsan

https://health.kompas.com/read/2022/02/06/100000368/4-penyebab-nyeri-dada-pada-ibu-hamil

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke