Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Apa Itu Penyakit Hepatitis?

KOMPAS.com - Penyakit hepatitis telah lama beredar di dunia, tetapi belakangan lebih diwaspadai setelah menewaskan 3 orang anak.

Untuk berwaspada, kita perlu mengenal apa itu penyakit hepatitis.

Mengutip Healthline, hepatitis adalah penyakit peradangan hati, yang penyebab utamanya adalah infeksi virus.

Namun, ada kemungkinan penyebab lainnya, seperti:

  • Autoimun
  • Obat-obatan
  • Racun
  • Alkohol

Hepatitis autoimun adalah penyakit yang terjadi ketika tubuh Anda membuat antibodi terhadap jaringan hati Anda.

Hepatitis diklasifikasikan ke dalam 5 kategori, yaitu A, B, C, D, dan E.

Masing-masing kategori hepatitis disebabkan oleh jenis virus yang berbeda.

Berikut ulasan singkat dari masing-masing kategori hepatitis:

1. Hepatitis A

Mengutip Healthline, hepatitis A adalah hasil dari infeksi virus hepatits A (HAV). Jenis hepatitis ini adalah penyakit akut jangka pendek.

Hepatitis A menular melalui makanan dan air yang terkontaminasi.

Mengutip CDC, penyakit hepatitis A ini menyebar ketika seseorang tanpa sadar menelan virus, bahkan dalam jumlah mikroskopis.

Penyebaran rentan terjadi karena kontak pribadi dengan orang yang terinfeksi.

HAV ditemukan dalam tinja dan darah orang yang terinfeksi.

Gejala hepatitis A dapat bertahan hingga 2 bulan, yang tanda-tandanya meliputi:

  • Kelelahan
  • Mual
  • Sakit perut
  • Penyakit kuning.

Kebanyakan orang dengan hepatitis A tidak memiliki penyakit jangka panjang.

Cara terbaik untuk mencegah hepatitis A adalah dengan mendapatkan vaksinasi.

2. Hepatitis B

Mengutip Healthline, penyakit hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV).

Penyakit hepatitis B ini sering berkembang menjadi kondisi kronis yang berkelanjutan.

Penularan hepatitis B terjadi karena adanya kontak dengan HBV dalam cairan tubuh, seperti:

  • Darah
  • Cairan vagina atau air mani
  • Cairan tubuh lain

Mengutip CDC, jalur penularan virus hepatitis B dapat melalui:

  • Kontak seksual
  • Berbagi jarum suntik atau alat suntik obat lainnya
  • Ibu ke bayi saat persalinan.

Tidak semua orang yang baru terinfeksi HBV memiliki gejala, tetapi bagi mereka yang mengalaminya, gejalanya dapat berupa:

  • Kelelahan
  • Nafsu makan yang buruk
  • Sakit perut
  • Mual
  • Penyakit kuning.

Bagi banyak orang, hepatitis B adalah penyakit jangka pendek.

Bagi yang lain, penyakit hepatitis B bisa menjadi infeksi kronis jangka panjang yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, bahkan mengancam jiwa, seperti sirosis atau kanker hati.

Risiko infeksi kronis berhubungan dengan usia seseorang saat terinfeksi:

  • Pada bayi, sekitar 90 persen hepatitis B bisa terus berkembang menjadi infeksi kronis.
  • Pada orang dewasa, hanya 2-6 persen hepatitis B bisa berkembang menjadi terinfeksi kronis.

Cara terbaik untuk mencegah hepatitis B adalah dengan mendapatkan vaksinasi.

3. Hepatitis C

Mengutip Healthline, hepatitis C berasal dari virus hepatitis C (HCV).

HCV adalah salah satu infeksi virus yang menular melalui darah dan biasanya muncul sebagai kondisi jangka panjang.

Jalur kontak HCV terjadi melalui cairan tubuh, seperti darah, cairan vagina, atau air mani.

Mengutip CDC, hepatitis C kronis dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius, bahkan mengancam jiwa seperti sirosis dan kanker hati.

Orang dengan hepatitis C kronis sering kali tidak menunjukkan gejala dan tidak merasa sakit.

Ketika gejala muncul, sering kali merupakan tanda penyakit hati berlanjut.
Tidak ada vaksin untuk hepatitis C.

Cara terbaik untuk mencegah hepatitis C adalah dengan menghindari perilaku yang dapat menyebarkan penyakit, khususnya suntik narkoba.

Melakukan tes hepatitis C penting, karena perawatan dapat menyembuhkan kebanyakan orang dengan hepatitis C dalam 8-12 minggu.

4. Hepatitis D

Mengutip Healthline, penyakit hepatitis D adalah bentuk hepatitis langka yang hanya terjadi bersamaan dengan infeksi hepatitis B.

Penyebab dari penyakit ini adalah virus hepatitis D (HDV), yang menyebabkan peradangan hati seperti jenis lainnya.

Seseorang tidak dapat tertular HDV tanpa terinfeksi hepatitis B.

Secara global, HDV mempengaruhi hampir 5 persen orang dengan hepatitis B kronis.

Mengutip CDC, orang dapat terinfeksi virus hepatitis B dan hepatitis D secara bersamaan, yang disebut sebagai “koinfeksi”.

Bisa juga hepatitis D menyerang setelah sebelumnya seseoraang terinfeksi virus hepatitis B, di mana kondisi ini disebut sebagai “superinfeksi”.

Tidak ada vaksin untuk mencegah hepatitis D.

Hepatitis D menyebar ketika darah atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi virus masuk ke tubuh orang yang tidak terinfeksi.

Hepatitis D bisa menjadi infeksi akut jangka pendek atau menjadi infeksi kronis jangka panjang.

Hepatitis D dapat menyebabkan gejala parah dan penyakit serius yang mengakibatkan kerusakan hati seumur hidup dan bahkan kematian.

5. Hepatitis E

Mengutip Healthline, hepatitis E adalah penyakit yang ditularkan melalui makanan atau air yang terpapar virus hepatitis E (HEV).

Hepatitis E biasanya akut dan bisa sangat berbahaya pada wanita hamil.

Hepatitis E banyak ditemukan di daerah dengan sanitasi yang buruk dan biasanya akibat dari menelan kotoran yang mencemari pasokan air minum.

Mengutip CDC, di negara maju, seperti Amerika Serikat dan Eropa, hepatitis E menginfeksi tubuh manusia melalui:

  • Makan daging babi mentah atau setengah matang
  • Daging rusa
  • Daging babi hutan
  • Kerang.

Gejala hepatitis E dapat mencakup:

  • Kelelahan
  • Nafsu makan yang buruk
  • Sakit perut
  • Mual
  • Penyakit kuning.

Namun banyak orang dengan hepatitis E, terutama anak kecil, tidak menunjukkan gejala.

Kecuali untuk hepatitis E kronis yang jarang terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah, kebanyakan orang pulih sepenuhnya dari penyakit tanpa komplikasi.

Penyebab hepatitis yang tidak menular

Mengutip Healthline, meskipun hepatitis paling sering merupakan akibat dari infeksi, faktor lain dapat menyebabkan kondisi ini meliputi:

Alkohol dan minuman sejenis

Konsumsi alkohol berlebih dapat menyebabkan kerusakan dan peradangan hati.

Hepatitis yang disebabkan kebiasaan minum ini juga dapat disebut sebagai hepatitis alkoholik.

Alkohol secara langsung melukai sel-sel hati Anda.

Seiring waktu, hepatitis dapat menyebabkan kerusakan permanen dan menyebabkan penebalan atau jaringan parut pada jaringan hati (sirosis) dan gagal hati.

Penyebab hepatitis toksik lainnya termasuk penyalahgunaan obat-obatan dan paparan racun.

Respons sistem imun

Dalam beberapa kasus, sistem kekebalan tubuh dapat salah mengira hati sebagai bagian yang berbahaya dan menyerangnya.

Kondisi ini disebut juga sebagai penyakit hepatitis autoimun.

Hal ini menyebabkan peradangan berkelanjutan yang dapat berkisar dari ringan hingga parah, sering kali menghambat fungsi hati.

Penyakit hepatitis karena respons sistem imum 3 kali lebih sering terjadi pada wanita dari pada pria.

Gejala umum hepatitis

Mengutip Healthline, jika Anda hidup dengan hepatitis kronis, seperti hepatitis B dan C, Anda mungkin tidak menunjukkan gejala sampai kerusakan mempengaruhi fungsi hati.

Sebaliknya, orang dengan hepatitis akut dapat menunjukkan gejala segera setelah tertular virus hepatitis.

Gejala umum hepatitis meliputi:

https://health.kompas.com/read/2022/05/04/200929368/apa-itu-penyakit-hepatitis

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke